Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Masa Tanggap Darurat Bencana Erupsi Semeru Diperpanjang 7 Hari Lagi

badge-check


					Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat mengunjungi lokasi bencara erupsi Semeru di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Lumajang (Foto: Nur Hadi W/detikJatim) Perbesar

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat mengunjungi lokasi bencara erupsi Semeru di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Lumajang (Foto: Nur Hadi W/detikJatim)

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, LUMAJANG-Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru hingga 7 hari ke depan. Dengan demikian masa darurat masa darurat akan berlaku hingga 2 Desember 2025.

Keputusan itu setelah masa darurat diberlakukan sejak 19 November hingga 26 November. Ini karena penanganan dampak erupsi belum sepenuhnya usai dan potensi erupsi susulan masih tinggi.

Perpanjangan ini disampaikan Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat mengunjungi lokasi bencana di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Lumajang.

“Status darurat yang sudah dilakukan akan kita perpanjang 7 hari ke depan sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Suharyanto Rabu (26/11/2025).

Perpanjangan masa tanggap darurat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat karena status Gunung Semeru masih berada di Level IV (Awas).

Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini berpotensi mengalami letusan maupun awan panas susulan dan juga berpotensi memuntahkan banjir lahar.

“Perpanjangan masa darurat ini untuk memastikan keselamatan masyarakat karena status Gunung Semeru masih awas,” pungkas Suharyanto.

Erupsi Gunung Semeru pada 19 November lalu telah menyebabkan kerusakan besar, termasuk 232 rumah warga rusak, sejumlah fasilitas rusak, dan puluhan hewan ternak mati. Pemerintah bersama sejumlah instansi masih melakukan penanganan terhadap dampak erupsi tersebut.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II 2026

27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Gresik Bangkitkan Kembali Jaga Ketertiban Dalam Masyarakat Melalui Aslinmas

27 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polres Gresik Resmi Gelar Operasi Patuh Semeru 2026

27 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Operasi Modifikasi Cuaca Jelang Pancaroba di Jatim Akibat Kekeringan

26 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Bahlil Klaim RI Tak Langgar Kontrak Usai Pangkas Gas Singapura

26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Gandrung Sewu 2026 Dongkrak Okupansi Hotel Banyuwangi

25 Oktober 2026 - 20:18 WIB

Diskon Tiket Pesawat-Kereta Api Ditebar Saat Nataru, Segini Besarannya

25 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Trending di Nasional