Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-The Three Lions menjadi tim Eropa pertama yang memenangkan delapan pertandingan kualifikasi Piala Dunia tanpa kebobolan. Hanya Yugoslavia yang melakukannya pada tahun 1954. Namun, kualifikasi saat itu hanya terdiri dari empat pertandingan. Ini juga pertama kalinya Inggris memenangkan 11 pertandingan berturut-turut.
Setelah memastikan tiket Piala Dunia, pelatih Tuchel melakukan tujuh perubahan pada susunan pemain inti dibandingkan dengan kemenangan atas Serbia. Namun, Inggris tetap mendominasi pertandingan sejak menit pertama.
Declan Rice, salah satu dari empat pemain yang dipertahankan, segera menguji kiper Strakosha dengan tembakan berbahaya di menit ke-4. Dengan penguasaan bola sebesar 75% di 20 menit pertama, Inggris mendominasi namun gagal menciptakan perbedaan yang signifikan.
Dengan pertahanan yang hanya kebobolan 3 gol dalam 7 pertandingan terakhir, Albania juga menunjukkan ketidaknyamanan mereka. Tim tuan rumah bahkan hampir membuka skor setelah peluang Hysaj.
Babak kedua dimulai dengan berbahaya bagi Inggris ketika Hoxha dua kali mengancam gawang Dean Henderson. Namun setelah beberapa saat melepaskan diri, tim tamu kembali menguasai permainan. Pada menit ke-74, Harry Kane tampil gemilang dengan peluang emas setelah situasi yang kacau.
Sang kapten terus bersinar dengan sundulan akurat pada menit ke-83 setelah umpan dari Marcus Rashford, memastikan kemenangan 2-0 dan melengkapi kampanye kualifikasi yang sempurna.
Sementara Inggris memperpanjang rekor 11 kemenangan beruntunnya, Albania asuhan Sylvinho harus memasuki babak play-off dengan banyak kekhawatiran setelah kekalahan pertama mereka setelah 9 pertandingan tak terkalahkan.***











