Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto 

KREDONEWS.COM--Dalam Perang Pequot, kaum Puritan Inggris serta para sahabat Indian mereka melancarkan pembasmian etnis atas sebagian besar warga New England yang berada di luar kota ‘bangsa Indian yang tengah berdoa,’ dengan menggunakan tiang gantungan, tali penjerat, siksaan bahkan kanibalisme.

Inilah Perang Daud, seorang komandan mengumumkan, karena Saul membunuh ribuan musuh, maka Daud membunuh puluhan ribu musuh.

Ketika seseorang bertumbuh kembang dalam ‘tingginya darah dan dosa melawan manusia dan Allah, maka Dia ‘menyiksa, mencincang mereka serta membantai mereka dengan pedang.’ Sejumlah tahanan Pequot dijadikan budak.

Pada saat itulah para budak Afrika untuk pertama kalinya dibawa ke New England. Pascaperang yang dilancarkan oleh Raja Philip Bersama federasi Bangsa Indiannya, terjadilah lagi perang yang jauh lebih berdarah-darah.

Kepala dan tangan Raja Philip dipotong, tubuhnya dibelah kemudian digantung pada sebatang pohon.

Dan dalam pemberontakan internal yang paling mengancam di Virginia, pada 1672, Nathaniel Bacon mendapatkan dukungan nyaris dari semua koloni melawan Gubernur Berkeley yang ingin ‘menghancurkan dan mengusir keluar semua orang Indian secara keseluruhan, serta semua bentuk perdagangan dengan mereka.’

Pada pertengahan abad delapan belas, ketika aturan-aturan peperangan ditaati di banyak pertempuran bangsa Eropa, kekejaman masih mewarnai bangsa Prancis dan Perang Indian di berbagai medan perang tiga belas koloni.

Berkat bantuan Prancis, Pontiakus menyatukan suku-suku perbatasan untuk merebut kembali Ohio Valley dan kawasan Great Lakes.

Jenderal Inggris Amherst menginginkan agar bangsa Indian diburu dengan anjing sebagaimana bangsa Spanyol melakukannya atas bangsa Aztek. Musuh harus diracuni dengan selimut yang diolesi cacar air guna ’memusnahkan ras yang buruk ini.”

Ironisnya, praktek bangsa Indian menguliti kepala musuh mereka dan mengantung piala-piala berambut ini di pinggang mereka menyebarkan unsur-unsur beracun yang dibawa imigran Eropa jauh lebih baik ketimbang pakaian yang terkontaminasi atau spora anthraks dalam dunia pos modern.

Bersamaan dengan penyebaran koloni di seluruh Amerika Utara, maka Empat Penunggang Kuda yaitu tifus, cacar air, campak dan influenza — membunuh sebagian besar suku-suku yang berada di hadapan mereka.

Meskipun bangsa Indian Sioux dan sekutu-sekutu mereka mengalahkan Jenderal Custer dalam Pertempuran seputar Little Bigh Horn, mereka tidak pernah mampu mengalahkan penyakit mematikan yang dibawa masuk ke tanah mereka yang asri.

Epidemi berkecamuk silih berganti. Seperti ditulis seorang ahli tentang penyebaran penyakit dalam Armies of Pestilence (Pasukan Sampar) ‘Inilah pembunuhan massal berskala besar yang tepat disamakan dengan impian-impian Hitler dan Himmler.’

Kontrateror perang biolgis dalam kota modern Amerika masih menjadi mimpi buruk yang bakal terjadi.’ (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (45): Orang Mapan Eropa-Amerika Isap Darah Budak

5 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Jombang, Bupati Warsubi Copot Hartono sebagai Kepada Bapperinda

5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Ringkus Kopilot Malaysia Bawa Narkoba, Datul Husein Kagum Sekaligus Heran kepada BC dan BNN

5 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Wifi Rufio Teknologi Menembus Dinding, Realmrbert: Lonceng Matinya Privasi!

5 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Sempat Kabur, Maling Motor Tak Berkutik Diringkus Polisi

4 Agustus 2026 - 14:06 WIB

RI Tangkap 10 Pilot Malaysia 2021-2026, Dimanfaatkan Kartel Jadi Kurir Narkoba

4 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Lolos dari Negara Asal, Kopilot Malaysia Tertangkap Bawa 12,7 Kg Narkoba di Bandara Soetta

4 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mantan Ketum HIPMI Akbar Himawan Penerima Rp3,5 M, Kasus Gratifikasi DJKA Sumut

3 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Menelisik Akar Terorisme (44): Eropa Rancang Perbudakan Manusia

3 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Trending di News