Penulis: Arief H. Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG – Menyadari pentingnya data dasar yang akurat untuk merancang kebijakan, Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait memperkuat komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Kegiatan ini menjadi landasan utama dalam menyusun arah pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Komitmen itu ditegaskan dalam rapat koordinasi bertajuk “Kolaborasi Membangun Ekonomi Kabupaten Jombang melalui Sensus Ekonomi 2026” di Pendopo Kabupaten Jombang pada Kamis pagi, 11 Juni 2026.
Acara berlangsung secara hibrida, diikuti langsung oleh pimpinan daerah serta diakses secara daring oleh ratusan petugas yang sedang mengikuti pelatihan teknis.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Jombang Warsubi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Kepala BPS Kabupaten Jombang Mouna Sri Wahyuni, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ibrahim Hadi Wibowo, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para camat se-Kabupaten Jombang.
Sebagai wujud keseriusan bersama, dilakukan penandatanganan naskah komitmen oleh pimpinan daerah dan Kepala BPS.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemasangan rompi dan kartu identitas secara simbolis kepada petugas lapangan, sekaligus penyerahan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan keselamatan dan kesejahteraan bagi garda terdepan pendataan.
Perwakilan petugas kemudian membacakan deklarasi kesuksesan sensus, diikuti pemaparan teknis oleh Kepala BPS. Dijelaskan bahwa pendataan di lapangan akan dilaksanakan secara serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Bupati Warsubi dalam arahannya menekankan bahwa sensus ekonomi yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi data jangka panjang.
“Data yang terkumpul nanti akan menjadi kompas utama dalam merencanakan pembangunan, menyusun program, dan menentukan kebijakan ekonomi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Bagi Jombang, hasil sensus ini akan memetakan secara rinci potensi unggulan daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, hingga pariwisata religi.
Informasi tersebut akan menjadi dasar penentuan bantuan, pelatihan, dan stimulus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi pelaku usaha agar solusi yang ditawarkan lebih tepat sasaran.
Bupati menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, camat, hingga kepala desa dan lurah untuk memfasilitasi kelancaran pendataan. Media massa juga diajak berperan aktif menyebarkan informasi guna membangun kepercayaan publik.
Kepada pelaku usaha, Bupati mengimbau agar memberikan data yang jujur dan akurat. Ia menegaskan bahwa kerahasiaan informasi dijamin undang-undang dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun penegakan hukum.
“Data ini semata-mata untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan. Tidak perlu ragu untuk menyampaikan kondisi usaha apa adanya,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan pantun penyemangat:
“Jalan-jalan ke kota tua,
Naik kereta keliling kota.
Sensus Ekonomi kita jalani bersama,
Bersinergi wujudkan Jombang maju dan sejahtera.”
Dengan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemerintah Kabupaten Jombang optimis Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data berkualitas sebagai fondasi bagi kemajuan ekonomi daerah yang lebih adil dan inklusif.**
















