Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Jepang Luncurkan Komputer Kuantum secara Mandiri, Kompetibel Tanpa Pendingin Ekstrem

badge-check


					Jepang menjadi negara ketiga di dunia yang telah melahirkan teknologi jadi komputer kuantum. Foto: ist Perbesar

Jepang menjadi negara ketiga di dunia yang telah melahirkan teknologi jadi komputer kuantum. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TOKYO – Jepang resmi meluncurkan sistem komputer kuantum hasil riset mandiri penuh, menyusul Amerika Serikat dan Tiongkok yang lebih dulu memimpin perkembangan teknologi masa depan ini.

Perangkat bernama MoQuren beserta sistem superkonduktor pendampingnya diumumkan secara resmi pada pekan terakhir Juli 2026 oleh konsorsium yang dipimpin RIKEN dan sejumlah perusahaan teknologi nasional.

Kehadirannya mengubah peta persaingan yang semula didominasi dua negara adidaya, sekaligus menawarkan pendekatan yang berbeda dari pesaingnya.

Berbeda dengan Amerika Serikat yang melalui IBM dan Google lebih mengandalkan teknologi superkonduktor yang harus disimpan dalam suhu mendekati nol mutlak, serta Tiongkok yang mengembangkan sistem fotonik dan superkonduktor secara bersamaan untuk mencapai supremasi hitungan, Jepang menempuh jalur yang lebih menekankan pada kepraktisan.

MoQuren menggunakan teknologi fotonik yang dapat beroperasi pada suhu ruang biasa, sehingga tidak memerlukan perangkat pendingin raksasa yang memakan biaya dan energi sangat besar.

Prof. Dr. Akira Fujimura, Kepala Pusat Riset Kuantum RIKEN, menjelaskan keunggulan ini dalam konferensi pers peresmian. “Kami tidak sekadar berlomba mengumpulkan jumlah qubit terbanyak. Kami ingin menciptakan teknologi yang kelak benar-benar bisa dipasang di pusat data biasa, hemat energi, dan mudah dirawat. Inilah yang menjadi perbedaan mendasar pendekatan kami dibandingkan yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Sistem superkonduktor buatan Jepang sendiri kini telah mencapai kemampuan hingga 256 qubit, namun dengan tingkat kesalahan yang jauh lebih rendah dibandingkan kebanyakan sistem sejenis.

Seluruh komponen mulai dari bahan dasar, sirkuit, hingga perangkat lunak pengendali bernama OQTOPUS dikembangkan sepenuhnya oleh peneliti dalam negeri tanpa bergantung pasokan dari negara lain.

Hal ini menjamin kemandirian teknologi yang menjadi salah satu prioritas utama kebijakan industri Jepang.

Para ahli menilai terobosan ini sangat penting karena hambatan terbesar adopsi komputer kuantum selama ini justru terletak pada kerumitan perawatan dan biaya operasional yang sangat mahal.

Jika teknologi suhu ruang ini semakin matang, dalam waktu beberapa tahun ke depan komputer kuantum tidak lagi hanya menjadi milik laboratorium khusus, melainkan bisa dimanfaatkan secara luas untuk pengembangan obat baru, desain material ramah lingkungan, perhitungan iklim, hingga pengamanan sistem keuangan dan komunikasi nasional.

Meskipun Amerika Serikat dan Tiongkok masih memegang keunggulan pada skala hitungan tertentu, kehadiran Jepang melengkapi keragaman pendekatan teknologi ini.

Persaingan kini bukan lagi soal siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling cepat menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan.

Pemerintah Jepang pun telah menyiapkan kerangka kerja sama dengan industri dan lembaga pendidikan untuk memastikan teknologi ini terserap dan dikembangkan lebih lanjut demi kemajuan bersama.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Sayembara Bukti Ijazah Gibran Berhadiah Rp10,28 M Ditutup, Denny Indrayana: Dilanjut Gugatan ke MK

11 September 2026 - 09:58 WIB

SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung dan Botol, Belum Dipastikan Milik 5 Jurnalis dan 3 Kru Liputan Anak Krakatau

10 September 2026 - 21:46 WIB

Tim SAR Gabungan temulan satu jaket pelampung dan botol putih, tetapi belum bisa dipastikan yang dikenakan para jurnalis, Rabu 10 September 2026. Foto: okezone

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:53 WIB

Trending di News