Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Ritual Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiyai Gribig 31 Juli 2026, Akan Dihadiri Menko Airlangga Hartarto

badge-check


					Acara peringatan Grebeg Sura di Klaten, Jawa Tengah, selalu mendapat animo besar masyarakat. Foto: ist Perbesar

Acara peringatan Grebeg Sura di Klaten, Jawa Tengah, selalu mendapat animo besar masyarakat. Foto: ist

Penulis: Bonang Adji Handoko |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KLATEN— Puncak acara tahunan Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig kembali akan digelar pada Jumat, 31 Juli 2026 di Lapangan Klampeyan, Desa Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto direncanakan hadir dalam acara ini.

KRAT Muh Ebta Tri Cahyo Dwijo Nagoro, Ketum Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig mengatakan kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya bangsa dari generasi ke generasi.

“Tradisi dan budaya berjalan berdampingan yang menjadikan identitas serta jati diri bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain. Tradisi dan budaya memegang teguh ajaran leluhur yang tidak boleh tergerus oleh arus globalisasi dan zaman modern. Tradisi mengajarkan bahwa budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan, namun harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” jelas Ebta.

Ribuan orang selalu memadati arena upacara tradisional Grebeg Sura Kiyai Gribig, di Klaten, Jawa Tengah. Foto: ist

Dikatakan Ebta, untuk tahun ini, secara konsep acara tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian kegiatan Grebeg Ageng Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig tahun ini diawali pada 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai pertanda masuknya tanggal 1 Safar.

Ebta menjelaskan, kegiatan dilanjutkan dengan Semakan Al Qur’an Bil Qhoib dan Khataman Al Qur’an pada 22 Juli 2026 bersama hafiz Ponpes Kyai Ageng Gribig dan hafiz-hafiz dari Pati Jawa Tengah. Acara lalu dilanjutkan Maulid Al Barzanji dan haul, kemudian ada festival seni budaya selama satu minggu di sepanjang jalan raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, Kirab Gunungan Apem dari kantor kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

“Ada acara Serah Terima Gunungan Apem dari Forkompincam Jatinom kepada Yayasan Kyai AGeng Gribig, Kenduri seni malam Midodaren di amphiteater Klampeyan, sedekah apem dari masyarakat di menara apem, dan acara puncak penyebaran apem,” ungkap Ebta.

Pada penyelenggaraan tahun lalu, Ebta menyebut jumlah apem yang dibagikan dalam kegiatan ini mencapai 55 ribu atau sekira seberat 5 ton. “Semua apem tersebut didapat dari masyarakat jatinom dan dari daerah di luar jatinom bahkan dari kabupaten tetangga seperti Kabupaten Boyolali,” kata Ebta.

Lebih jauh Ebta mengatakan acara Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Banyak pelaku UMKM yang merupakan warga Jatinom dan para pedagang dari luar Jatinom merasakan lonjakan pembeli dan penjualan barang daganganya.

Selama satu pekan rangkaian acara, para pelaku UMKM mendapatkan keuntungan besar. Penjual oleh-oleh makanan khas dibanjiri pembeli, pelaku usaha hiburan pasar malam, warga yang membuka jasa parker juga sangat merasakan peningkatan pendapatan keuangan.

Tradisi Yaaqawiyyu

Tradisi Yaaqawiyyu yang telah berlangsung berabad-abad merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memadukan nilai religius, kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Melalui pembagian ribuan apem kepada masyarakat, tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi rezeki, mempererat tali persaudaraan, serta memanjatkan doa agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan dan kemakmuran.

Tradisi ini berawal dari dakwah Ki Ageng Gribig yang menggunakan apem sebagai media sedekah dan syiar Islam kepada masyarakat.

Seiring waktu, Yaaqawiyyu berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Tengah yang menarik puluhan ribu pengunjung setiap tahun serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Eyang Gribig

“Ajaran yang diwariskan Eyang Kiai Ageng Gribig diantaranya dengan bersilaturahmi, bersedekah, berdoa dan selalu berserah diri kepada Allah, semangat persatuan dan kesatuan, menghargai keberagaman dan perbedaan, gotong royong, guyub rukun, cinta terhadap budaya.

Itu semua adalah ajaran eyang KYai Ageng Gribig yg kita jadikan sebuah prinsip kami untuk diteladani dan jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Ebta. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semester I 2026 Penjualan 18,27 Juta Ton, SIG Group Sasar Potensi Jawa Barat

28 Juli 2026 - 11:31 WIB

Pelindungan Anak PMI, Bupati Gresik Mendapat Penghargaan Kepala Daerah Inovatif

28 Juli 2026 - 10:27 WIB

RTX Spark, Vera, Vera Rubin: Titik Balik Komputasi Menuju Era Baru

28 Juli 2026 - 10:08 WIB

Jepang Luncurkan Komputer Kuantum secara Mandiri, Kompetibel Tanpa Pendingin Ekstrem

28 Juli 2026 - 07:42 WIB

Agnez Mo dan Anggun Bintangi Serial Hollywood ‘Reacher Season 4’

27 Juli 2026 - 21:01 WIB

24 Jamaah Umrah Indonesia Telantar di KLA, Diduga Korban Travel Bodong

27 Juli 2026 - 15:52 WIB

Trailer Rem Blong di Gempol Pasuruan: Terabas 5 Rumah, Satu Korban Tewas

27 Juli 2026 - 14:25 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur di Tengah Kabar Penyidikan Kasus Dana CSR

27 Juli 2026 - 10:51 WIB

Sebelum Tewas Hotman Laporkan Rocky Martin ke Polisi: Soal Fee Rp17,5 M Kasus Korupsi di Semarang

27 Juli 2026 - 07:50 WIB

Trending di News