Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Lamassu Mahluk Hibrida Dewa Pelindung Warga Assyria Ditemukan di Khorsabad

badge-check


					Dibuat pada masa pemerintahan Raja Sargon II (722–705 SM), patung 18 ton ini pernah berdiri di gerbang ibukota Dur-Sharrukin (Khorsabad modern), dibangun sekitar 713 SM sebagai tampilan kekuatan kekaisaran. Foto: Instagram@thisisancient Perbesar

Dibuat pada masa pemerintahan Raja Sargon II (722–705 SM), patung 18 ton ini pernah berdiri di gerbang ibukota Dur-Sharrukin (Khorsabad modern), dibangun sekitar 713 SM sebagai tampilan kekuatan kekaisaran. Foto: Instagram@thisisancient

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, IRAK-  Di Irak utara, para arkeolog menemukan sebuah Lamassu berusia 2.700 tahun—patung banteng bersayap dengan kepala manusia– diukir dari satu blok batu kapur raksasa.

Patung seberat 18 ton ini berasal dari masa pemerintahan Raja Sargon II (722–705 SM) dan pernah berdiri megah di gerbang ibu kota Dur-Sharrukin (sekarang Khorsabad), yang dibangun sekitar tahun 713 SM sebagai simbol kekuatan kekaisaran.

Lamassu bukan sekadar hiasan biasa. Dalam kepercayaan orang Assyria, makhluk hibrida ini merupakan dewa pelindung yang memadukan kecerdasan manusia, kekuatan banteng atau singa, serta sayap makhluk ilahi.

Diposisikan di pintu masuk istana, Lamassu berfungsi menjaga dari segala kejahatan sekaligus melambangkan kekuasaan sang raja, berukuran  3,8×3,9 meter, Lamassu ini adalah salah satu yang terbesar yang pernah ditemukan.

Meskipun kepalanya hilang dari situs penemuan, bagian tersebut tidak benar-benar lenyap—kepala tersebut berhasil diselamatkan dari tangan para penyelundup pada 1990-an dan kini tersimpan rapi di Museum Irak di Baghdad.

Dengan ditemukannya kembali tubuh patung yang masif ini, para ilmuwan optimis dapat menyatukan kedua bagian tersebut untuk pertama kali setelah berabad-abad terpisah.

Meskipun ibu kota Dur-Sharrukin hanya bertahan singkat setelah kematian Sargon II pada 705 SM dan kekuasaan beralih ke Nineveh di bawah penerusnya, penemuan ini menghadirkan kembali napas sejarah Assyria yang singkat namun penuh kekuatan.

Kini kita mendapat kesempatan langka untuk berdiri di hadapan salah satu penjaga kuno yang paling mengagumkan dan megah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Serahkan Surat Keputusan Penetapan 13 Juli sebagai Hari Kepercaan kepada Tuhan Yang Mahaesa

8 Juli 2026 - 10:31 WIB

Pengacara Keluarga Korban: Sayembara Berhadiah Rp20 Juta untuk Mencari Erlan

8 Juli 2026 - 09:44 WIB

Presiden Prabowo Suguhi Anglung untuk Sahabatnya PM Modi: Muncullah Alunan Kuch Kuch Hota Hai!

8 Juli 2026 - 08:59 WIB

SIG Catatkan Penjualan 15 Juta Ton, Januari hingga Mei 2026

7 Juli 2026 - 21:43 WIB

Menelisik Akar Terorisme (33): Pria Bernama Kamis Adalah Mimpi Buruk

7 Juli 2026 - 18:52 WIB

Muncul Nama Erlan Warga Dampit, Benarkan Terlibat Kasus Temuan Jasad Wanita di Area Parkir Bandara Juanda?

7 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Black Out Enam Provinsi di Sumatera Negara Rugi Rp5 Triliun, Diduga Efek Pasokan Batubara Mutu Rendah

6 Juli 2026 - 21:36 WIB

2 Tewas 14 Luka-luka Sugeng Rahayu VS Truk di Paron Nganjuk, Aipda Sutrisno Selamatkan Ibu dan Bayinya

6 Juli 2026 - 20:11 WIB

Trending di News