Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Alasan Kuat Bus Sugeng Rahayu Selalu Ngebut Ugal-ugalan

badge-check


					Sugeng Rahayu in action Perbesar

Sugeng Rahayu in action

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Meski sudah banyak mengalami kecelakaan di jalan, tapi bus Sugeng Rahayu tetap ngebut ugal-ugalan di jalan.

Diprotes pun gak tobat, rata-rata bus yang identik berlogo lumba-lumba ini tetap saja melaju kencang.

Aksi ngebut itu ternyata ada alasan kuatnya seperti disampaikan Bayu Feng, Sekretaris Jenderal BisMania Community.

Bayu mengatakan, sopir bus Sugeng Rahayu (dulu Sumber Kencono) sering kali memacu kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi.

Menurut Bayu, itu disebabkan oleh tekanan untuk tepat waktu dari pihak operator.

“Jam operasional yang sangat ketat, ditambah persaingan ketat antara perusahaan otobus seperti Eka dan Mira, mendorong mereka untuk melaju kencang,” jelas Bayu dalam wawancaranya, (12/3/25) lalu dikutip dari Kompas.com.

Rute yang dilalui oleh Sugeng Rahayu, seperti Surabaya-Yogyakarta dan Surabaya-Solo, memang dikenal dengan ‘jalur panas’ yang sengit. Waktu masih bernama Sumber Kencono banyak yang memlesetkan jadi Sumber Bencono (sumber bencana).

Para sopir merasa perlu untuk mempercepat laju bus agar dapat menjadi pilihan utama bagi penumpang, mengingat waktu tempuh yang lebih singkat.

“Hampir semua armada bus Sugeng Rahayu memiliki kecepatan tinggi. Mereka cenderung mengebut di malam hari, sementara di pagi atau siang hari, mereka lebih bersikap santai untuk menarik penumpang,” tambah Bayu.

“Meskipun cepat, bus Sugeng Rahayu juga sering mendapat perhatian terkait keselamatan. Beberapa orang menganggap gaya mengemudi mereka cukup agresif, sementara yang lain menyukai kecepatan mereka karena lebih efisien dalam perjalanan,” kata Bayu.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Pertamax Oktober Tetap Rp 15.950, Wamen ESDM Bilang Begini

2 Oktober 2026 - 20:07 WIB

TPK Hotel di Kota Malang Turun Jadi 42,68% pada Agustus

2 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Pemprov Jatim Gelar Pemutihan Pajak sampai Akhir November 2026

1 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Tiga Anggota DPRD di Jatim Ditangkap Polrestabes Surabaya karena Narkoba

30 September 2026 - 19:20 WIB

YLKI Dorong Label Peringatan Gula, Garam, Lemak , Usai Putusan MK

30 September 2026 - 18:59 WIB

Penerbangan Singapura Tersebar ke 17 Kota RI, Ekonomi Daerah Luar Jawa Panen Devisa

30 September 2026 - 18:38 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Rp109.000 per Kg, Telur Ayam di Rp29.500 per Kg

29 September 2026 - 21:08 WIB

Urai Macet Ketapang-Gilimanuk, Jatim Revitalisasi Dermaga Bulusan Rp6 Miliar

29 September 2026 - 20:14 WIB

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

Trending di Nasional