Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

badge-check


					Madiun saat ini punya varitas unggul durian bernama Kawuk Raja bahkan sudah bersertipikat BRIN, saingan berat Musang King. Foto: kredonews.com/ bambang tjuk winarno Perbesar

Madiun saat ini punya varitas unggul durian bernama Kawuk Raja bahkan sudah bersertipikat BRIN, saingan berat Musang King. Foto: kredonews.com/ bambang tjuk winarno

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM. JAKARTA-Pasar buah internasional mencatatkan sebuah realitas unik pada sektor perdagangan hortikultura nasional, di mana Indonesia mendapati neraca perdagangan durian yang timpang antara kuantitas fisik dan nilai ekonominya.

Berdasarkan laporan berkala dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sebenarnya berhasil mencatatkan keunggulan volume ekspor buah segar tersebut ke pasar mancanegara dibanding total buah sejenis yang didatangkan ke dalam negeri.

Sepanjang tahun berjalan, akumulasi pengiriman durian ke luar negeri mampu menyentuh angka 600 ton, sementara komoditas impor yang masuk ke pasar domestik tertahan di angka 459,3 ton saja.

Meski menang secara bobot timbangan, grafik keuangan justru menunjukkan arah yang berbalik 180 derajat. Indonesia tercatat mengalami defisit nilai perdagangan durian yang cukup tebal.

Total devisa yang berhasil dikumpulkan dari aktivitas ekspor hanya mentok di angka US$ 1,8 juta atau setara Rp29,4 miliar. Di sisi lain, anggaran yang harus dikeluarkan negara untuk membayar komoditas impor justru membengkak hingga dua kali lipat, mencapai US$ 3,6 juta atau berkisar Rp58,9 miliar.

Ketimpangan finansial ini berakar dari perbedaan mencolok dari jenis varietas serta kualitas produk yang melintasi batas negara. Durian yang dilepas Indonesia ke pasar ekspor seperti Malaysia, Hong Kong, dan Thailand mayoritas merupakan durian segar curah berkualitas standar yang dihargai rendah, dengan rata-rata hanya US$ 3,00 per kilogram.

Berbeda kasus dengan produk yang diimpor oleh masyarakat Indonesia, yang didominasi oleh varietas premium lepasan kulit atau beku berperforma tinggi seperti Musang King asal Malaysia dengan rata-rata harga menembus US$ 7,84 per kilogram.

Namun, peta persaingan ini diprediksi segera berubah menyusul gebrakan hilirisasi baru yang dimotori oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin). Sejak implementasi penuh Protokol Ekspor Durian Beku secara langsung ke Tiongkok dibuka, jalur distribusi perdagangan berhasil dipangkas drastis dan menaikkan nilai jual buah lokal secara eksponensial.

Efek positif ini sudah mulai terlihat nyata di sentra produksi Sulawesi Tengah, di mana volume ekspor durian beku jenis Montong yang dikirim langsung ke Tiongkok telah melesat hingga mencapai 8.377 ton dengan sumbangan nilai ekonomi fantastis sebesar Rp871 miliar.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gerbang Ekspor Terbuka, Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

28 September 2026 - 18:56 WIB

Subsidi LPG 3 Kg Tahun 2027 Dipangkas Jadi Rp 103,05 Triliun, Volume Penyaluran Turun

28 September 2026 - 18:44 WIB

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Trending di Nasional