Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Sering Delay DPR Minta Penjelasan Lion Air, Begini Jawabannya

badge-check


					Lion beri alasan mengapa sering delay Perbesar

Lion beri alasan mengapa sering delay

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta penjelasan maskapai penerbangan Lion Air terkait dengan seringnya maskapai tersebut tak tepat waktu. Permintaan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V pada Kamis, 22 Mei 2025.

“Kami juga minta penjelasan soal on time performance (OTP), khususnya kepada Lion Air. Lion ini kan sering terlambat juga, kadang-kadang begitu,” ujar Ridwan.

Lion Air kemudian menjelaskan bahwa beberapa hal berpengaruh pada OTP di Lion Air, salah satunya mengenai isu-isu teknikal yang ada di lapangan yang saat ini bisa diminimalisir dengan adanya Ramp Inspection oleh Kementerian Perhubungan.

“Dengan adanya program Ramp Check atau inspeksi kepada kami di lapangan sehingga tren kerusakan pesawat membaik” kata Daniel Putut Kuncoro Presdir Lion Group menanggapi pertanyaan dari Komisi V.

Lebih lanjut, Daniel mengeluhkan sisi navigasi yang menurutnya perlu dievaluasi lantaran pilihan jalur yang tak terlalu banyak terlebih untuk rute Jakarta ke wilayah-wilayah Timur Indonesia.

“Semua penerbangan ke timur, melalui Whiskey 465 [Jalur Udara] Rute Jakarta ke Timur seperti Jakarta- Surabaya, ke Makassar dan Lombok,” keluhnya. Menurut Daniel, sesungguhnya ada alternatif rute yang pernah diusulkan yakni rute selatan, namun tak bisa direalisasikan karena rute tersebut menjadi domain TNI Angkatan Udara.

Selain itu, Daniel juga beralasan bahwa Lion Group lebih mengutamakan keselamatan penerbangan di saat adanya cuaca buruk, Hal ini kemudian menjadikan OTA mereka terhambat.

“Kami menekankan pada khususnya safety di Lion group semakin membaik, lebih baik tidak mnendarat di kondisi cuaca yang kurang baik, daripada kita paksakan pesawat itu mendarat dengan konsekuensi dan resiko yang lebih membahayakan” katanya.

Terakhir, Daniel menyoroti infrastruktur Bandara Soekarno-Hatta yang dinilainya belum sepenuhnya mendukung perpindahan antar terminal. Ia menyebut jarak antara terminal cukup jauh, sementara banyak Online Travel Agent (OTA) yang menggabungkan penerbangan dari berbagai maskapai.

“Contohnya, rute Medan ke Jayapura, konektivitasnya bisa bermacam-macam, misalnya Lion Air dari Medan ke Jakarta, lalu dilanjutkan dengan Garuda Indonesia dari Jakarta ke Jayapura. Bagaimana cara menghubungkan [Terminal] 1A dengan [Terminal 3]?” ujarnya.

Ia mengeluhkan kereta layang (kalayang) yang belum mengakomodasi transit antar terminal tersebut lantaran saat ini kalayang berada di luar terminal. Hal ini menurutnya berkontribusi terhadap frekuensi delay pesawat.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR menyebut bahwa saat ini On Time Performance rute Domestik dari Januari Hingga April 2025 adalah sebesar 78,7%. Angka tersebut turun dibandingkan dengan angka OTP dari Januari hingga April 2024 sebesar 79,7%.

“Faktor penyebab keterlambatan adalah teknik operasional, manajemen operasional, cuaca dan lainnya, namun lebih dominan cuaca” kata Lukman.

Untuk menangani OTP yang merosot tersebut Ia berkilah sudah melakukan beberapa kebijakan delay management melalui Peraturan Menteri Perhubungan nomor 89 tahun 2015 tentang penanganan keterlambatan penerbangan/delay management pada Badan Usaha angkutan udara/niaga.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Nasional