Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Rekor Baru: Rupiah Sentuh Rp 17.224 Intraday, Tertekan Krisis Energi Global

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Nilai tukar rupiah tembus penutupan Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sepanjang masa. Senin (30/3), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 22 atau 0,13% menjadi Rp 17.002 per dolar AS.

Rupiah mencatat penutupan perdagangan terburuk sepanjang masa. Termasuk intraday, kurs rupiah sempat menyentuh angka terburuk Rp 17.224 per dolar AS pada 7 April 2025 lalu saat pengumuman tarif perdagangan oleh Presiden AS Donald Trump.

Lebih kuat, kurs rupiah Jisdor hari ini masih bertahan di bawah level Rp 17.000 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah Rp 36 atau 0,21% menjadi Rp 16.993 per dolar AS.

Lonjakan harga minyak menjadi sentimen paling negatif bagi rupiah. Hingga saat ini, pemerintah masih menahan harga bahan bakar minyak (BBM). Artinya, kebutuhan subsidi BBM akan menjadi jauh lebih besar.

Ketegangan geopolitik, harga minyak yang tinggi, dan arus keluar modal yang terus-menerus menyebabkan pelemahan rupiah dan juga mata uang Asia.

Harga minyak brent kontrak Mei 2026 hari ini melonjak 2,53% menjadi US$ 115,42 per barel. Harga minyak naik dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Total kenaikan harga minyak brent dalam tiga hari mencapai 12,91%.

Tak cuma rupiah, pelemahan juga terjadi pada ringgit Malaysia yang tertekan 0,54%. Won Korea melemah 0,36%.

Peso Filipina melemah 0,29%. Dolar Taiwan melemah 0,19%.

Dolar Singapura melemah 0,15%. Rupee India melemah 0,09%. Dolar Hong Kong melemah 0,04%.

Sejumlah mata uang Asia mampu menguat di tengah mayoritas pelemahan. Yen Jepang menguat 0,44%.

Baht Thailand menguat 0,17%. Yuan China menguat 0,006%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat dalam lima hari perdagangan beruntun. Hari ini, indeks dolar menguat 0,13% menjadi 100,28.

Indeks dolar telah kembali ke atas level 100 sejak Jumat (27/3) lalu.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran terus berlanjut dan melejitkan harga minyak lebih tinggi. Trump mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran dapat segera tercapai.

Belum ada komentar dari Iran bahwa konsesi semacam itu telah ditawarkan. Sebelumnya, Iran secara terbuka mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan dengan AS.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Trending di Nasional