Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Olahraga

Red Sparks Merana Setelah Ditinggal Megawati, Posisi Klasemen Terbawah

badge-check


					Red Sparks Merana Setelah Ditinggal Megawati, Posisi Klasemen Terbawah Perbesar

Penulis: Jayadi  |  Editor: Aditya Prayoga 

SURABAYA, KREDONEWS.COM- Performa tim bola voli Red Sparks saat ini sedang menurun drastis, sebuah kontras mencolok dibandingkan dengan era ketika mereka diperkuat oleh bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.

Megawati, atlet asal Jember yang dijuluki “Megatron”, bermain untuk Red Sparks selama dua musim, 2023–2024 dan 2024–2025. Kehadirannya secara signifikan mendorong peningkatan performa klub.

Di musim pertamanya, Megawati mengakhiri penantian tujuh musim Red Sparks dengan membawa tim itu kembali ke babak playoff. Prestasi tersebut bahkan dilampaui pada musim kedua, saat ia berhasil mengantar Red

Sparks mencapai final playoff, meski langkah mereka akhirnya dihentikan oleh Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.
Secara individu, Megawati juga tampil sangat konsisten, selalu berada di jajaran 10 besar pencetak poin terbanyak liga. Sayangnya, kondisi ini kini sulit terulang. Tanpa Megawati, Red Sparks terpuruk sebagai juru kunci klasemen sementara.

Frustrasi Pelatih Ko Hee-jin

Pelatih Ko Hee-jin tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya melihat situasi tim.

“Ketika pertandingan tidak berjalan baik, maka semuanya rencana kami runtuh seketika,” kata Ko, menyiratkan hancurnya strategi yang telah disusun.

Ia menekankan pentingnya kebangkitan dan perbaikan penampilan untuk keluar dari tekanan. Ko mengajak seluruh elemen tim untuk bersatu: “Kita harus mengatasi ini bersama para pemain, kita tidak punya pilihan selain menang, para pemain sedang berjuang saat ini, kita perlu bersatu dan mengatasi masa sulit ini.”

Ko mengakui bahwa situasinya “bukan situasi yang mudah” dan menyoroti masalah fundamental: tim kehilangan identitas permainan. Ia secara khusus mengkritik pelaksanaan strategi yang bergantung pada koordinasi setter dan para penyerang.

“Entah penyerang yang memimpin atau setter yang memimpin, kami membutuhkan seseorang untuk memimpin tim, kami tidak punya satu pun di lapangan saat ini,” tegasnya.

Mengakhiri komentarnya, Ko Hee-jin berjanji untuk bekerja keras demi para pendukung. “Saya harus melakukan yang terbaik untuk para penggemar yang mencintai Jeonggwanjang. Saya akan mempersiapkan diri dengan baik agar kami tidak berantakan sedikit pun,” tutupnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mengapa Bola Piala Dunia 2026 Sulit Dibaca Kiper? Ini Penjelasan Ilmiahnya

7 Juli 2026 - 19:43 WIB

Meksiko Siapkan 7 Juta Kondom untuk Wisatawan Selama Piala Dunia 2026

11 Juni 2026 - 20:36 WIB

Ronaldo Nazario Kembali ke Indonesia, Kenang Momen di Usia Remaja

19 April 2026 - 20:13 WIB

Piala Dunia akan Disiarkan Gratis di YouTube

23 Maret 2026 - 15:53 WIB

Bintang Brasil Pernah Kecanduan Judi dan Seks

14 Maret 2026 - 21:05 WIB

Death Star Senjata Baru China: Mampu Lumpuhkan Seluruh Satelit Elon Musk

22 Februari 2026 - 13:56 WIB

Dikendali Perempuan dari Jakarta, Polda Bali Ringkus 2 Kurir Bawa Narkoba 6 KG Lewat Gilimanuk

8 Februari 2026 - 19:21 WIB

Ketua Dewan dan Bupati Jombang Sahkan Perda Desa/Kelurahan Sadar Hukum

6 Februari 2026 - 09:23 WIB

Konflik Antar Nelayan di Kisik dan Ngeplakrejo Pasuruan, Sedikitnya Tiga Perahu Dibakar

4 Februari 2026 - 21:38 WIB

Trending di Nasional