Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Pikup Muatan Cabe Menerjang Gerombolan Remaja Balap Liar di Magetan, 1 Korban Tewas 6 Diangkut ke Rumah Sakit

badge-check


					Kecelakaan tak bisa dihindari, ketika segerombolan anak muda di arena balapan liar di ruas jalur alternatif Madiun - Magetan, Jawa Timur, Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, diterjang pikup, Sabtu pagi buta (24/01/2026) sekira pukul 03.00. Salah seorang yang berada dalam area itu dilaporkan tewas, sedangkan 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Foto: kredondews.com/ bambang tjuk winarno Perbesar

Kecelakaan tak bisa dihindari, ketika segerombolan anak muda di arena balapan liar di ruas jalur alternatif Madiun - Magetan, Jawa Timur, Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, diterjang pikup, Sabtu pagi buta (24/01/2026) sekira pukul 03.00. Salah seorang yang berada dalam area itu dilaporkan tewas, sedangkan 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Foto: kredondews.com/ bambang tjuk winarno

Penulis: Bambang Tjuk Winarno  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAGETAN – Segerombolan anak muda di arena balapan liar di ruas jalur alternatif Madiun – Magetan, Jawa Timur, Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, diterjang pikup, Sabtu pagi buta (24/01/2026) sekira pukul 03.00.

Salah seorang yang berada dalam area itu dilaporkan tewas, sedangkan 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah unit ambulance dari relawan kemanusiaan, diantaranya R 24 JAM dan PSC 119, langsung merapat di lokasi kejadian, melakukan evakuasi para korban.

Korban tewas dikirim ke Kamar Jenazah RSUD dr. Sayidiman Magetan. Di rumah sakit yang sama para korban terluka juga menjalani perawatan medis atas luka-lukanya.

Salah seorang warga, Gunadi, menuturkan insiden kecelakaan lalu lintas itu bermula saat pikup Nopol AE 8029 SQ yang dikemudikan seorang pria meluncur dari arah Timur (Madiun) menuju Barat, lokasi Pasar Plaosan, Magetan.

Pikup penuh muatan cabe dan berbagai jenis sayuran itu, sedianya hendak dikirim ke Pasar Plaosan sebagai barang dagangan.

Sampai di lokasi kejadian yang situasinya gelap, Desa Sugihrejo, Kecamatan Kawedanan, pengemudi pikup dikejutkan ada segerombolan anak muda yang rata-rata bersepeda motor. Anak-anak muda itu diduga tengah melakukan aksi balapan liar, yang memang sering dilakukannya.

Merasa terhalang adanya kerumunan pada jarak yang sudah dekat, di tengah ruas jalan berjajar ‘pembalap’ siap start, sang pengemudi pikup mendadak panik.

Terlebih dikedua sisi jalan pun banyak para penonton, hingga sopir pikup tak sanggup lagi mengantisipasi situasi, banting kemudi ke kiri menerjang sejumlah penonton, yang umumnya nangkring di atas motor masing-masing.

“Saya sempat tanya-tanya kepada pengemudi pikup. Di tengah-tengah jalan sudah banyak orang. Mau banting kanan juga penuh orang. Akhirnya banting ke kiri, tetap menghantam 7 orang penonton balapan liar tersebut. Rata-rata korban luka patah dan di kepala,” tutur Gunadi.

Ditambahkannya, menurut pengakuan pengemudi pikup, sang pengemudi pikup sama sekali tidak menyangka adanya gerombolan anak muda di lokasi tersebut.

Lantaran, selain lokasi gelap, para pemotor itu juga sama sekali tidak menyalakan lampu apa pun, sehingga tidak mengirim sinyal keberadaannya.

Menurut Gunadi, balapan liar itu sangat mengganggu ketertiban umum, meresahkan masyarakat dan menghambat kelancaran lalu lintas. Kegiatan sia-sia itu, katanya, sebenarnya pindahan dari Desa Simbatan di kecamatan yang sama, yang digelar setiap malam Sabtu dan malam Minggu.

“Saya bilang kepada anak muda di lokasi kejadian. Kalau sudah begini ini apa yang kamu dapat. Menyusahkan orang tuamu kan, juga polisi, tenaga kesehatan dan masyarakat umum,” tutur Gunadi kepada sejumlah anak muda yang selamat.

Kepala Desa Sugihrejo, Mulyadi, membenarkan adanya insiden tersebut. Pemerintahan desanya, katanya, sebenarnya juga sudah memasang baliho berisi larangan mengadakan balap liar di lokasi tersebut.

“Iya benar ada kecelakaan lalu lintas. Infonya yang meninggal dunia satu orang. Pihak kami sebenarnya juga sudah memasang baliho menolak adanya balapan liar itu,” katanya kepada koresponden.

Untuk memastikan penyebab terjadinya kecelakaan, aparat kepolisian setempat langsung melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Sejumlah saksi mata dimintai keterangan.

Kendaraan roda empat maupun sejumlah sepeda motor yang terlibat kecelakaan diamankan polisi, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri PKP Pastikan Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

Listrik Sebagian Jawa Padam Lagi, PLN Singgung Kendala Pembangkit

19 Juni 2026 - 21:18 WIB

Diskon Tarif 30% Kereta Ekonomi Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 20:58 WIB

Kasus Korupsi di BGN, Pengacara Krisna Murti: Sony Sanjaya Prosedural, selalu Lapor dan Dibawah Pengawasan NSD

19 Juni 2026 - 17:05 WIB

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di News