Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Harga Emas Anjlok 9,8 Persen: Harga Tertinggi US$5.594,82 Menjadi US$4.883,62/ Troy Ounce

badge-check


					Awal tahun 2026, harga emas dunia terjadi gejolak luar biasa. Terjadi kenaikan eskterm, tetapi juga penurunan sangat tajam. Foto: is Perbesar

Awal tahun 2026, harga emas dunia terjadi gejolak luar biasa. Terjadi kenaikan eskterm, tetapi juga penurunan sangat tajam. Foto: is

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Harga emas duni amenutup pekan terakhir 30  Januari 2026 dengan volatilitas ekstrem. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, logam mulia ini justru mengalami aksi jual tajam dan mencatatkan penurunan harian terdalam sejak 1983.

Melansir Refinitiv emas spot ditutup melemah 9,8% di level US$4.864,35 dan sempat anjlok 9,5% ke level US$4.883,62 per troy ounce pada Jumat (30/1/2026) , setelah sehari sebelumnya menyentuh puncak US$5.594,82.

Pada Jumat kemarin, harga emas sempat menyentuh US$ 5.450 sebelum harganya dibanting ke posisi terendahnya di US$ 4695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.

Data LSEG menunjukkan penurunan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pencatatan sejak Februari 1983 atau hampir 43 tahun di mana emas ambruk 12,09% sehari

Koreksi ini terjadi di tengah euforia harga yang sudah terlalu cepat. Sepanjang Januari, emas masih menguat lebih dari 13% dan mencatat kenaikan bulanan keenam berturut-turut.

Penurunan harga emas yang ekstrem pada akhir Januari 2026 dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah reli harga yang terlalu cepat sepanjang bulan tersebut.

Penyebab Utama

Koreksi ini terjadi karena euforia harga emas yang melonjak lebih dari 13% di Januari, mencapai rekor US$5.594,82, mendorong investor merealisasikan keuntungan secara massal.

Penurunan harian mencapai 9,8-12,09%, terdalam sejak 1983, sebagai respons teknikal normal setelah puncak harga.

Penguatan dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral membuat aset berimbal hasil seperti obligasi lebih menarik daripada emas. Pelemahan ini juga tercermin di pasar domestik seperti emas Antam, yang turun seiring sentimen global.

Meski anjlok ke US$4.695,23, tren bulanan tetap positif dengan kenaikan 13%, menandakan koreksi sementara bukan pembalikan arah. Harga spot tutup di US$4.864,35 pada 30 Januari 2026.

Harga emas tidak “dimainkan” oleh satu pihak spesifik, melainkan ditentukan oleh dinamika pasar global yang melibatkan berbagai pelaku utama.

Investor institusional seperti hedge funds dan bank sentral memengaruhi harga melalui aksi beli/jual besar-besaran, terutama saat ambil untung setelah reli ekstrem seperti pada 30 Januari 2026.

Bank sentral (misalnya The Fed melalui kebijakan suku bunga) dan pembeli negara berkembang juga berperan besar dalam permintaan safe haven.

Penguatan dolar AS serta supply-demand memicu volatilitas, di mana spekulan ritel dan ETF mempercepat pergerakan harga. Koreksi 9,8-12% pada akhir Januari mencerminkan profit-taking massal setelah kenaikan 13% bulanan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kasus Korupsi di BGN, Pengacara Krisna Murti: Sony Sanjaya Prosedural, selalu Lapor dan Dibawah Pengawasan NSD

19 Juni 2026 - 17:05 WIB

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Siapkan Saldo Segini, Jakarta Surabaya Tanpa Diskon Libur Sekolah

18 Juni 2026 - 19:30 WIB

Wamenperin Ungkap Industri Kecil Belum Siap Ikut Wajib Halal Oktober

18 Juni 2026 - 19:23 WIB

Dinsos Jombang Sosialisasi Pembinaan: Hadirkan Narasumber dari Kejaksaan Pendamping Hukum LKS/LKSA

18 Juni 2026 - 18:35 WIB

Trending di News