Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Gibran Sarankan Anak Pengguna Narkoba Dikirim ke Pesantren, Menuai Kontroversi

badge-check


					Gibran Sarankan Anak Pengguna Narkoba Dikirim ke Pesantren, Menuai Kontroversi Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, MEDAN- Wakil Presiden Gibran Rakabuming merespons keluhan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terkait tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di provinsinya. Dalam tanggapannya, Gibran menyarankan agar anak-anak pengguna narkoba dikirim ke pesantren.

Hal ini disampaikan Gibran saat menghadiri Penutupan Muktamar ke-15 Persatuan Umat Islam (PUI) di Medan, Kamis (15/5/2025) malam.

Keluhan Bobby mencuat saat dirinya menyampaikan bahwa Sumut selama dua tahun terakhir, yakni 2024 dan 2025, menjadi provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

“Kami masih jadi pemenangnya, yaitu kami masih menjadi provinsi nomor satu dengan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, Pak Wapres,” kata Bobby di hadapan Gibran.

Menurut Bobby, persoalan ini merupakan tantangan besar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan komitmen Pemprov Sumut untuk ikut berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

“Kami berharap Sumut bisa jadi penyumbang SDM emas terbanyak saat Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menanggapi itu, Gibran menyarankan agar PUI dilibatkan dalam penanganan persoalan narkoba di Sumut.

“Tadi Pak Gubernur mengeluh masalah narkoba, ini PUI bisa digandeng ini, Pak Gubernur,” ucap Gibran.

Ia juga menyinggung kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer. Gibran menyebut alternatif lain, yakni mengirim anak-anak yang terjerat narkoba ke pesantren.

“Mungkin ada gubernur, Gubernur Jawa Barat, yang mengirim anak-anak bandel ke barak, ini bisa dikirim ke pondok-pondok pesantrennya PUI mungkin,” ujarnya.

Gibran juga menyoroti peran strategis Sumut karena memiliki populasi terbanyak di luar Pulau Jawa, yang menurutnya bisa menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan wilayah-wilayah luar Jawa.

Pernyataan Gibran menuai respons keras dari Umar Hasibuan, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus pengasuh pesantren. Lewat akun X pada 17 Mei 2025, Umar mengungkapkan keberatannya.

“Ini serius Gibran bilang gini? Kalau serius sebagai pemilik pesantren jelas saya keberatan dan kesal dengan ucapanmu ini,” tulis Umar.

Ia menilai Gibran telah menjadikan pesantren seolah-olah sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba, dan meminta Wapres lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan.

Pernyataan tersebut pun memicu kontroversi di tengah masyarakat karena dinilai tidak tepat dan menyinggung lembaga pendidikan berbasis agama.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

5 Kereta Api Ini Menjalani Relasi Terjauh di Indonesia

12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino

12 Juli 2026 - 18:55 WIB

600 Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

12 Juli 2026 - 18:39 WIB

Driver Ojol Teriak Pendapatan Tak Naik karena Potongan Aplikator Masih 20%

9 Juli 2026 - 18:45 WIB

Pembongkaran Tembok Mutiara City Berujung Gugatan, Pemkab Paparkan Empat Fakta di PTUN

9 Juli 2026 - 18:22 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Pemprov Jatim Resmi Usulkan 2.100 Formasi CPNS-PPPK Tahun Ini

6 Juli 2026 - 19:00 WIB

Trending di Nasional