Penulis: Tanasyafira L. Tirani | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA— Kisah romantika yang dikenal dengan love scam, menyebabkan ribuan wanita menjadi korban penipun ratusan juta. Kasus kasus begini terus terjadi dan korbannya makin bertambah.
Ini kisah perempuan usia 54 tahun warga Jakarta Selatan, rela mentransfer uang Rp250 juta kepada pria yang mengaku seorang polisi yang jatuh cinta dan akan menikahinya.
Info tentang korban ini, muncul pertama kali diunggah di akun Instagram@agogo_ttnt pada awal Juli 2026, kemudian diverifikasi dan disebarkan oleh komunitas keamanan siber Cyberity Network.
Narasi telah dikonfirmasi sejalan dengan laporan pengaduan yang masuk ke Unit Siber Polda Metro Jaya, namun identitas lengkap korban maupun anggota polisi yang fotonya disalahgunakan belum dipublikasikan secara resmi demi melindungi privasi dan kelancaran penyidikan.
Identitas korban: Disebut sebagai ibu rumah tangga berusia 54 tahun, berdomisili di wilayah Jakarta Selatan; nama lengkap dan alamat persis dirahasiakan.
Identitas pemilik foto asli: Adalah anggota kepolisian berpangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) yang bertugas di salah satu satuan di Polda Metro Jaya; nama lengkap dan kesatuan kerjanya tidak diumumkan.
Kronologi
1. Awal hubungan: Sekitar Januari 2026, korban dihubungi akun tak dikenal di media sosial yang mengaku sebagai anggota polisi lajang, menaruh hati padanya, dan berniat serius menjalin hubungan asmara.
2. Pemanfaatan kepercayaan: Selama berbulan‑bulan penipu bercerita sedang bertugas di luar kota, mengalami kendala biaya operasional, biaya pengobatan keluarga, hingga biaya pengurusan pensiun. Korban perlahan mulai percaya dan mengirim uang secara bertahap.
3. Total kerugian: Hingga Juni 2026, korban telah mentransfer total Rp250 juta ke berbagai rekening yang ditunjuk penipu.
4. Kedok terbongkar: Secara tidak sengaja korban bertemu langsung dengan pemilik foto asli saat sedang berkunjung ke kantor kepolisian untuk urusan lain. Terkejut melihat wajah yang berbeda, korban bertanya dan menyadari bahwa ia telah tertipu habis‑habisan.
5. Laporan resmi: Korban segera melaporkan kejadian ini ke Unit Siber Polda Metro Jaya, dan kasus kini sedang diselidiki.
Fakta dan Kenyataan
Data Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mencatat sepanjang semester I 2026, kasus penipuan asmara (romance scam) meningkat 32% dibanding periode sama tahun lalu.
Sekitar 60% korban adalah wanita usia paruh baya hingga lansia, seringkali kesepian, dan penipu kerap memalsukan identitas sebagai anggota TNI/Polri, pejabat, atau pengusaha sukses untuk menaikkan kepercayaan.
Pencegahan
1. Verifikasi identitas: Jangan pernah percaya hanya pada foto atau percakapan teks. Minta melakukan panggilan video langsung, atau cari cara bertemu di tempat umum yang aman.
2. Tolak transfer uang: Tidak ada alasan sah bagi orang yang mengaku berniat serius kepada Anda untuk meminta bantuan uang.
3. Cek fakta: Jika mengaku pejabat atau aparat, konfirmasi ke kantor dinas terkait atau cek di situs resmi instansi.
4. Lapor segera: Jika sudah terlanjur kirim uang, catat seluruh bukti percakapan, nomor rekening, dan lapor ke polisi atau portal aduan siber aduankonten.id.
5. Edukasi lingkungan: Sering‑sering berbagi informasi ini kepada kerabat usia lanjut, karena mereka menjadi sasaran utama modus ini.**


















