Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, INDRAMAYU — Duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, setelah kecelakaan beruntun yang menimpa rombongan pengantar pengantin di desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu siang, 12 Juli 2026.
Perjalanan pulang usai hajatan ke desa Cempeh, Kecamatan Lelea berubah menjadi tragedi, merenggut 12 nyawa dan melukai enam orang lainnya.
Insiden Kecelakaan
Peristiwa bermula saat mobil pikap Daihatsu Gran Max nomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan Warkidi (45) hendak memutar arah di jalur Pantura.
Kendaraan kemudian ditabrak dari belakang truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV yang dikendarai Deden Ibad, lalu terdorong ke jalur berlawanan dan tertabrak lagi truk losbak bernomor polisi E 8846 BA . Benturan keras membuat belasan penumpang terpental ke jalan.
Daftar Korban Terkonfirmasi
* Di lokasi: Mohamad Iqbal (12), Sawen (40), Ayu Wulandari (32)
* Di RS Bhayangkara Losarang: Karsinih (60), Sanerah (46), Sinta (32), Idah (39), Riyan Toni (6)
* Di RS Mitra Plumbon Widasari: Yunah (49), Atsal Albara (3), Tamara (22), serta sopir Warkidi
Delapan korban merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea; sisanya dari sekitar lokasi kejadian. Enam orang selamat dirawat dengan luka‑luka.
Keterangan Resmi Kepolisian:
Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat:
“Tiga orang tewas di tempat, sembilan lainnya meninggal saat perawatan. Total 18 penumpang terlibat. Penyebab diduga manuver putar arah mendadak tanpa memberi isyarat dan jarak aman,” jelasnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menambahkan “Sopir truk wing box Deden Ibad telah diamankan dan diperiksa. Sedangkan identitas sopir truk losbak E 8846 BA belum kami umumkan demi kelancaran penyelidikan. Kedua kendaraan diperiksa kelengkapan surat dan kondisi teknis,” tambahnya .
Keterangan Saksi
Saat diminta keterangan, Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid mengatakan: “Mereka baru selesai mengantar pengantin ke Kandanghaur. Delapan warga kami ikut, kini tak ada yang pulang utuh. Suasana desa sungguh memilukan,” ujarnya pilu.
Saksi selamat yang enggan disebut nama menceritakan: “Kami duduk di bak terbuka. Tiba‑tiba benturan keras, saya terlempar ke rumput. Saat sadar, banyak yang sudah tak bergerak.” Sementara itu Deden Ibad mengaku tak sempat menghindari karena pikap berhenti mendadak.
Pihak berwenang mengimbau pengguna jalan memastikan keamanan saat berbelok atau berbalik arah, serta tidak mengangkut penumpang berlebih di bak terbuka.
Jenazah diserahkan keluarga untuk dimakamkan, sementara penyelidikan terus berjalan.
Kronologi Lengkap
- Pukul 11.00–12.20 WIB (Minggu, 12 Juli 2026): Rombongan keluarga dan kerabat selesai mengantar pengantin di Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, lalu berangkat pulang ke Desa Cempeh, Kecamatan Lelea menggunakan mobil pikap Daihatsu Gran Max E 8559 RB dikemudikan Warkidi (45 tahun). Pengantin sendiri tidak ikut dalam kendaraan ini.
2. Sekitar pukul 12.30 WIB: Kendaraan berhenti di sisi kanan jalur Pantura, hendak memutar arah tanpa isyarat lampu dan jarak aman memadai.
3. Pukul 12.31 WIB: Terjadi benturan pertama — truk wing box B 9260 TEV dikendarai Deden Ibad menghantam bagian belakang pikap dengan keras.
4. Pukul 12.31–12.32 WIB: Pikap terdorong ke jalur berlawanan dan tertabrak lagi oleh truk losbak E 8846 BA dari arah depan. Belasan penumpang di bak terbuka terpental ke jalan raya.
5. Pukul 12.35 WIB: Warga sekitar segera bergegas menolong dan melaporkan kejadian ke Polsek Lohbener serta meminta bantuan ambulans.
6. Pukul 12.45–13.15 WIB: Petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi. Dinyatakan 3 orang tewas di tempat, 15 lainnya luka-luka dibawa ke RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari.
7. Siang hingga malam 12 Juli 2026: Jumlah korban meninggal bertambah secara bertahap saat perawatan — 5 orang di RS Bhayangkara Losarang dan 4 orang di RS Mitra Plumbon Widasari.
8. Senin pagi, 13 Juli 2026: Dipastikan total 12 orang meninggal dunia, 6 orang lainnya masih dirawat intensif. Polisi mengamankan kedua sopir truk serta kendaraan untuk pemeriksaan lebih lanjut.**

















