Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

badge-check


					KIlang minyak Ras Tanura milik ASrab Saudi, Senin 2 Maret 2026, terbakar hebat akibat dihancar drone Iran. Foto: Insragram:worldinlast24houss Perbesar

KIlang minyak Ras Tanura milik ASrab Saudi, Senin 2 Maret 2026, terbakar hebat akibat dihancar drone Iran. Foto: Insragram:worldinlast24houss

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ARAB SAUDI- Kilang minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi mengalami kebakaran akibat serangan drone Iran pada 2 Maret 2026.

Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran sebagai respons terhadap insiden terkait AS dan Israel.

Dua drone Iran dicegat sebelum mencapai target penuh, tetapi puing-puingnya memicu kebakaran terbatas di kompleks kilang tersebut. Situasi kini terkendali tanpa korban jiwa yang dilaporkan.

Ras Tanura, salah satu kilang terbesar di Timur Tengah, memproduksi 550 ribu barel minyak per hari dan berfungsi sebagai terminal ekspor utama Saudi.

Saudi Aramco menutup sementara kilang sebagai langkah pencegahan, menghentikan sebagian produksi dan pemuatan minyak.

Penutupan ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global, terutama dengan konteks penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebelumnya. Operasional mulai berangsur normal setelah kebakaran dipadamkan.

Serangan drone Iran ke kilang Ras Tanura memicu kenaikan tajam harga minyak dunia akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi.Harga minyak Brent melonjak hingga 10% menjadi sekitar USD 80 per barel pada 2 Maret 2026.

Perubahan Harga

  • Brent crude naik 9-10% ke USD 79-80 per barel di perdagangan awal.

  • West Texas Intermediate (WTI) melonjak 8-9% mendekati USD 72 per barel.

  • Lonjakan ini mencapai level tertinggi empat tahun, dipicu penutupan kilang dan risiko Selat Hormuz.

Eskalasi konflik menghentikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang mengangkut 20% pasokan minyak global.

Analis perkirakan harga bisa tembus USD 100 per barel jika gangguan berlanjut.
Kebakaran terkendali mengurangi dampak jangka panjang, tapi volatilitas tetap tinggi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Trending di Internasional