Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Cerita Hari Ini: Kerajaan Mataram Islam Pernah Punya Raja Bertahta Sehari

badge-check


					Ilustrasi Sultan Agung pengganti raja seari/Ist Perbesar

Ilustrasi Sultan Agung pengganti raja seari/Ist

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Peristiwa di Kerajaan Mataram memang boleh dikata penuh drama. Dalam kisah ini kerajaan ini pernah punya raja yang hanya bertahta sehari.

Dialah Raden Martapura, lahir sebagai Raden Mas Wuryah.

Dia adalah putra Raden Mas Jolang atau Pangeran Anyakrawati dengan Ratu Tulangayu dari Ponorogo.

Raden Martapura adalah adik dari Raden Mas Jatmika yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Agung.

Raden Martapura lahir pada 1605 di Kotagede, ibu kota Mataram pertama.

Tapi sayang, Raden Martapura lahir dalam kondisi tuna grahita di mana sarafnya berkembang dengan kurang baik.

Tapi Raden Mas Jolang sudah terlanjur berjanji kepada istrinya, maka Raden Martapura tetap diangkat sebagai Raja Mataram Islam walau cuma sehari.

Raden Martapura memiliki nama asli Raden Mas Wuryah.

Dia lahir pada 1605 dari istri Pangeran Hanyakrawati yang bernama Ratu Tulungayu, yang berasal dari Ponorogo.

Ratu Tulungayu adalah garwa padmi atau istri utama dari Pangeran Hanyakrawati, yang sebelumnya tidak juga dikaruniai anak.

Sebelum menjadi raja, Raden Mas Jolang pernah berjanji kepada Ratu Tulangayu bahwa kelak anaknya akan diangkat sebagai Adipati Anom (Putra Mahkota).

Raden Mas Jolang kemudian menjadi raja Mataram kedua pada 1601 menggantikan sang ayah, Panembahan Senopati.

Karena Ratu Tulangayu tak kunjung hamil, Raden Mas Jolang lalu menikah lagi.

Kali ini dengan Dyah Banowati putri Pangeran Benawa.

Dari perkawinan ini lahirlah Raden Mas Jatmika pada tahun 1593.

Ketika Pangeran Hanyakrawati sudah naik takhta sebagai raja Mataram, Ratu Tulungayu baru melahirkan Raden Mas Wuryah pada tahun 1605.

Namun, sayangnya Raden Mas Wuryah tumbuh menjadi penderita tuna grahita karena perkembangan syarafnya kurang baik.

Ia tidak memiliki kemampuan intelektual dan adaptasi sosial yang normal.

Dia juga tidak dapat belajar keterampilan sekolah atau bekerja secara mandiri.

Pada tahun 1613, Pangeran Hanyakrawati meninggal dunia akibat sakit saat berburu di hutan Krapyak.

Ia sempat berwasiat agar takhta Mataram diserahkan kepada Raden Mas Jatmika, yang dianggap lebih layak memimpin Mataram karena memiliki kecerdasan dan kharisma yang tinggi.

Tapi karena Raden Mas Jolang pernah berjanji pada Ratu Tulungayu, maka Raden Mas Wuryah harus dijadikan raja walau cuma satu hari.

Raden Mas Wuryah pun naik takhta dengan gelar Pangeran Martapura dan memerintah selama satu hari.

Kemudian takhtanya digantikan oleh Sultan Agung.

Tidak banyak yang diketahui tentang nasib Raden Martapura setelah dia turun takhta.

Yang jelas, dia hidup dalam perlindungan dan pengawasan keluarga dan kerabatnya.

Barangkali dia juga tidak ingat pernah menjadi raja Mataram selama sehari.

Begitulah cerita sedih Raden Martapura, rela memberikan takhta kerajaan Mataram kepada sang kakak, walau sebenarnya dia adalah pewaris sah takhta Mataram Islam.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Gibran Buka Permata CAI di Wonosalam, Diikuti 2.000 Santri Gadingmangu Jombang

29 Juni 2026 - 15:26 WIB

Menelisik Akar Terorisme (28): Machiavelli Kagumi Casare Borgia

29 Juni 2026 - 14:03 WIB

Kubah Panas dari Sahara Landa Eropa, WHO: 1.300 Kematian Sejak 21 Juni 2026

29 Juni 2026 - 11:45 WIB

Pengacara: Saya Dapat Info Polisi Sudah Tangkap Pria yang Terakhir Bersama Ruly Yunis

29 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pergelaran Ludruk Lahirnya Soekarno Putra Sang Fajar tidak Menyentuh Ploso, Tampil di Lapangan Pulo Lor Jombang

29 Juni 2026 - 10:07 WIB

Binhad dan Kuswartono Serahkan Buku kepada Eri Cahyadi: Ir Soekarno Lahir di Ploso Jombang 1 Juni 1902

28 Juni 2026 - 15:13 WIB

LEAF71+Noyron Hasilkan Mesin Jet AI Berkecepatan 28.000/ Jam

28 Juni 2026 - 13:31 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Trending di News