Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Cara Ampuh Atasi Bau Badan, Daripada Ricuh di Pesawat

badge-check


					Ilustrasi bau ketek, Dok: Art-AI Perbesar

Ilustrasi bau ketek, Dok: Art-AI

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SHENZHEN– Insiden di pesawat Shenzhen Airlines pada 1 April 2025 mengejutkan banyak orang setelah seorang pramugari digigit saat melerai pertengkaran antara dua penumpang wanita. Pertengkaran ini dipicu oleh keluhan salah satu penumpang mengenai bau badan penumpang di sebelahnya, yang kemudian dibalas dengan keluhan tentang aroma parfum yang terlalu menyengat.

Awalnya, situasi hanya berupa adu mulut, tetapi segera meningkat menjadi konfrontasi fisik. Ketika pramugari berusaha melerai, penumpang yang terlibat malah menggigit lengan pramugari, menyebabkan luka ringan dan memerlukan perawatan medis. Akibat insiden ini, penerbangan mengalami penundaan selama dua jam dan semua penumpang diminta turun dari pesawat.

Pihak berwenang mengamankan kedua penumpang yang terlibat dalam perkelahian, tetapi belum ada informasi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada mereka.

Insiden ini memicu reaksi luas di media sosial, dengan banyak warganet mengecam tindakan penumpang dan menyarankan agar mereka dimasukkan dalam daftar hitam untuk transportasi umum. Beberapa juga menunjukkan empati terhadap pramugari dan menyarankan agar dia mendapatkan vaksinasi untuk mencegah risiko kesehatan akibat gigitan tersebut.

Baca juga:Baterai Nuklir Sebesar Koin, BV100, Sekali Dicas Bertahan 50 Tahun

Baca juga: Jawaban Presiden Prabowo Terkait RUU TNI

Insiden di pesawat bukan hanya soal konflik antarpenumpang, tetapi juga menyoroti pentingnya pemahaman soal bau badan dan toleransi sosial di ruang publik.

Edukasi mengenai kebersihan pribadi dan penanganan bau badan bisa membantu mencegah kejadian serupa, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan saling menghargai.

Mengapa Bau Badan Bisa Menjadi Masalah Serius di Ruang Tertutup?

Kejadian ini membuka diskusi lebih luas tentang penyebab bau badan dan bagaimana hal itu bisa menjadi isu sensitif, terutama di ruang tertutup seperti kabin pesawat. Dalam situasi seperti itu, bau tubuh atau aroma parfum yang terlalu tajam dapat dengan mudah memicu ketidaknyamanan bahkan konflik, sebagaimana terjadi pada penerbangan Shenzhen Airlines.

Menurut Stephanie Watson dari Harvard Women’s Health Watch, bau badan umumnya disebabkan oleh bakteri yang bercampur dengan keringat dari kelenjar apokrin, terutama di area seperti ketiak dan selangkangan. Meskipun sering kali bukan masalah medis serius, bau badan dapat menjadi persoalan jika intensitasnya berlebihan atau menunjukkan kondisi seperti hiperhidrosis atau gangguan metabolisme.

Beberapa faktor penyebab bau badan antara lain:

+ Hiperhidrosis, yakni produksi keringat berlebih yang bisa bersifat primer (tanpa sebab jelas) atau sekunder (karena kondisi medis).

– Pola makan, seperti konsumsi bawang atau makanan laut, yang dapat memunculkan bau menyengat.

– Kebersihan, yang berperan penting dalam mengontrol bakteri penyebab bau.

Untuk mengatasi bau badan, disarankan:

1. Mandi secara teratur, terutama setelah berkeringat.

2. Menggunakan antiperspirant atau deodoran antiperspirant

3. Memilih pakaian berbahan menyerap keringat seperti katun atau poliester.

4. Mencukur rambut ketiak untuk mengurangi penumpukan keringat.

Jika bau badan tak tertangani dengan perubahan gaya hidup, bantuan medis seperti penggunaan botox atau obat resep bisa menjadi solusi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Bersenjata Laras Panjang Merampok Toko Emas, Gondol Perhiasan Senilai Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:36 WIB

Semangat Ikan Sepat Ikan Lele, Faturrohman: Makin Cepat Tidak Betele-tele untuk Musker Apindo Jombang

18 Juli 2026 - 15:34 WIB

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Cinta Laura Beradegan Intim di Series WeTV ‘Sleeping With The Enemy’

17 Juli 2026 - 21:01 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Rasa Nano-nano Pacar Bek Argentina Berkebangsaan Inggris

16 Juli 2026 - 20:24 WIB

Trending di Life Style