Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Jawaban Presiden Prabowo Terkait RUU TNI

badge-check


					Jawaban Presiden Prabowo Terkait RUU TNI Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDOBEWS.COM, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk memberi perhatian khusus dalam proses pembahasan rancangan undang-undang (RUU) di DPR RI ke depan. Ia juga menekankan akan meningkatkan keterbukaan dalam proses tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa pembahasan RUU dilakukan oleh semua partai politik hasil pilihan rakyat. Karena itu, ia berkomitmen untuk terlibat secara lebih rinci dalam proses legislasi.

“Kita punya sistem politik, semua UU itu dibahas oleh semua partai politik yang dipilih oleh rakyat, kan begitu kan. Tetapi terima kasih masukan itu, saya akan kasih perhatian khusus sekarang, alinea demi alinea akan saya pelajari,” kata Prabowo.

Dalam diskusi bersama para pemimpin redaksi media nasional pada Senin (7/4/2025), Prabowo mengaku sebelumnya mengira RUU TNI hanya membahas soal perpanjangan masa pensiun.

Baca juga:Ridwan Kamil Sudah Buat Perjanjian Biayai Anak, Ternyata Pacarnya Banyak

Baca juga: Tips Memasak Telur Sehat: Suhu, Waktu, dan Teknik yang Tepat

“Tadinya saya anggap UU TNI yang krusial itu hanya masalah penundaan usia pensiun. Intinya itu, yang lain tidak ada,” ujarnya.

Menyoal transparansi dalam penyusunan RUU, Prabowo menyampaikan akan memperbaiki mekanisme yang ada.

“Oke, mekanisme itu bisa kita perbaiki, tapi ada beredar naskah karangan?” ucapnya.

“Naskah karangan” yang disebutkan oleh Prabowo Subianto merujuk pada dokumen atau draf RUU yang beredar di luar jalur resmi dan tidak memiliki legitimasi sebagai naskah resmi.

Dalam konteks ini, Prabowo mengindikasikan bahwa ada naskah-naskah yang tidak diakui atau tidak berasal dari proses legislasi yang transparan, sehingga menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan publik.

Ketika ditanya soal tudingan kurangnya keterbukaan antara pemerintah dan DPR, Prabowo menyebut bahwa tidak semua anggota DPR merupakan bagian dari koalisinya.

“Anda kan punya wakil rakyat, kan ada sekian ratus wakil rakyat, tidak semua di Pemerintahan, benar nggak? Iya 80 persen (di koalisi saya), tapi kalau mereka tidak setuju gimana?” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan akan melakukan koreksi untuk mendorong transparansi dalam pembahasan RUU.

“Jadi dalam arti mari kita koreksi itu, kalau tidak puas dengan transparansi kita bikin transparan.” tegasnya.

Catatan Redaksi:
Dengan 20 persen diluar koalisi maka mestinya partisipasi dan transparansi untuk masyarakat bisa didapatkan dari sini.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News