Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Bentrok Massal antara TNA Asal Cina dengan Pekerja Lokal di IPIP Pomalla, Dua WNA Ditangkap

badge-check


					Terjadi bentrok massal antara tenaga kerja asal (TKA) Cina dengan tenaga kerja loka, di pusat pengolahan  Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara., Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Isntagram@rmol.id Perbesar

Terjadi bentrok massal antara tenaga kerja asal (TKA) Cina dengan tenaga kerja loka, di pusat pengolahan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara., Rabu, 28 Januari 2026. Foto: [email protected]

Penulis: Mulawarman  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, POMALAA- Terjadi insiden bentrak massal Insiden antara  TKA asal China dan pekerja lokal terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, di kawasan proyek Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Kapolres Kolaka AKBP Yuda hanya menyebut mereka sebagai “dua WNA China” yang diamankan untuk pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan, tanpa detail nama, usia, atau jabatan.

Kapolres menegaskan situasi di area IPIP saat ini dalam kondisi kondusif, namun polisi tetap menempatkan personel untuk berjaga di lokasi pabrik/kawasan industri nikel tersebut.

Ia menambahkan, penyelidikan masih berjalan untuk mendalami kronologi dan kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam bentrokan.

Kericuhan bermula dari penganiayaan seorang pekerja lokal oleh oknum TKA China, dipicu adu mulut soal gaji yang belum dibayar.

Situasi memanas setelah korban dilukai di pundak dan kembali diganggu saat mediasi, memicu massa pekerja lokal mengejar TKA. Video amatir viral menunjukkan TKA berlarian menghindari amukan massa.

Polres Kolaka mengamankan 2 hingga 4 TKA China untuk pemeriksaan intensif terkait penganiayaan. Kapolres AKBP Yuda memastikan situasi terkendali setelah dialog dengan manajemen dan warga, dengan personel tetap siaga.

Satu pekerja lokal luka serius dan dirawat di RS; tuntutan deportasi TKA sedang dipantau. Proyek IPIP, kawasan industri strategis, melibatkan ribuan pekerja dan kini jadi sorotan publik.

Bentrokan dipicu oleh dugaan penganiayaan seorang pekerja lokal oleh oknum TKA asal China di kawasan IPIP Kolaka.

Awalnya terjadi adu mulut terkait gaji yang belum dibayar, lalu berujung pengeroyokan yang melukai pundak korban. Situasi memburuk saat korban diduga kembali diganggu selama proses mediasi, memicu massa pekerja lokal menyerbu.

Tegang sebelumnya terkait dominasi TKA China di proyek, isu gaji tinggi TKA, dan PHK pekerja lokal, meski bukan pemicu langsung insiden ini.

Alasan Kerahasiaan
Praktik umum dalam proses hukum awal, polisi fokus pada penyelidikan mendalam sebelum mengungkap identitas tersangka untuk hindari spekulasi atau gangguan. Beberapa laporan sempat menyebut empat orang, tapi resmi dikonfirmasi dua.

Berikut urutan peristiwa point-to-point berdasarkan laporan polisi dan saksi pada 28 Januari 2026.
  1. Pemicu Awal: Seorang pekerja lokal menanyakan gaji yang belum dibayar kepada pengawas TKA China, memicu adu mulut dan perkelahian singkat.

  2. Penganiayaan Pertama: Korban dilukai di bagian pundak oleh oknum TKA; keributan sempat dilerai rekan kerja.

  3. Mediasi Gagal: Korban dipanggil ke ruangan untuk mediasi, tapi diduga kembali dikeroyok (beberapa sumber sebut 4 TKA).

  4. Eskalasi Massa: Massa pekerja lokal marah, mengejar TKA China; video viral tunjukkan TKA berlarian menghindar.

  5. Intervensi Polisi: Polres Kolaka turun tangan, amankan 2 TKA utama; situasi diredam via mediasi dengan perusahaan dan masyarakat.

  6. Situasi Terkendali: Kapolres Yuda konfirmasi kondusif, dengan personel siaga; penyelidikan lanjut cari pelaku lain. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Trending di Nasional