Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Bangkalan Madura Deklarasi Hentikan Kekerasan dan Dampak Carok

badge-check


					Setelah melaksanakan seminar, menghasilkan deklarasi untuk menghentikan kekerasan dan dampak carok di Madura, khususnya Bankglan, Jumat 13 Desember 2024. foto: rri.go.id Perbesar

Setelah melaksanakan seminar, menghasilkan deklarasi untuk menghentikan kekerasan dan dampak carok di Madura, khususnya Bankglan, Jumat 13 Desember 2024. foto: rri.go.id

KREDONEWS.COM, BANGKALAN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan bersama jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan akademisi sepakat membangun komitmen untuk menghentikan kekerasan serta dampak carok di Madura, khususnya di Bangkalan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pembacaan ikrar dan penandatanganan deklarasi peletakan senjata tajam pada kegiatan seminar nasional bertema Menciptakan Budaya Penyelesaian Dendam Akibat Carok Berdasarkan Nilai-Nilai Adab Madura.

Seminar yang diinisiasi oleh Fakultas Hukum Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama Polres Bangkalan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H. (Rektor Universitas Dr. Soetomo), Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. (Wakil Menteri Hukum dan HAM), Dr. Erik Hermawan (Anggota VII DPR RI), Kompol Andi Febrianto, S.E. (Wakapolres Bangkalan), Zawawi Imron (Budayawan Madura) dan KH. Muhammad Makki Nasir (Ketua MUI dan PBNU Bangkalan).

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bangkalan, Dr. Arief M. Edie, M.Si, menegaskan bahwa carok bukanlah tradisi masyarakat Madura, khususnya Bangkalan. Ia menyebut masyarakat Bangkalan sebagai komunitas yang humanis dan penuh rasa kekeluargaan.

“Yang saya rasakan, masyarakat Bangkalan adalah masyarakat yang humanis dan damai. Kekerasan seperti carok saya nilai hanyalah perkelahian biasa yang tidak mencerminkan makna carok yang sebenarnya berdasarkan sejarahnya. Alhamdulillah, selama saya menjabat, Bangkalan tetap kondusif,” ujar Pj. Bupati.

Ia berharap seminar ini mampu mengedukasi masyarakat untuk menyelesaikan konflik secara damai dan sesuai hukum. Acara ini menjadi langkah awal bagi Kabupaten Bangkalan dalam membangun budaya penyelesaian masalah tanpa kekerasan.

Deklarasi ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat harmoni sosial dan menciptakan masyarakat Madura yang lebih damai dan beradab.

Deklarasi Bangkalan yang baru-baru ini dilaksanakan bertujuan untuk menghentikan kekerasan dan dampak dari tradisi carok, yang dikenal sebagai konflik bersenjata di kalangan masyarakat Madura. Berikut adalah beberapa poin penting dari deklarasi tersebut:

  • Penyerahan Senjata Tajam: Para tokoh masyarakat Bangkalan melakukan simbolis penyerahan senjata tajam, termasuk celurit dan pisau, sebagai tanda komitmen untuk mengakhiri praktik kekerasan yang telah mencoreng nama baik masyarakat Madura.
  • Pernyataan Komitmen: Dalam deklarasi tersebut, terdapat pernyataan tegas bahwa kekerasan carok bukanlah bagian dari budaya masyarakat Madura. Pj. Bupati Bangkalan menegaskan bahwa tindakan kekerasan harus dihentikan demi menciptakan masyarakat yang lebih damai.
  • Pembentukan Dewan Adat: Sebagai langkah preventif, Pemerintah Kabupaten Bangkalan membentuk Dewan Adat untuk mencegah terulangnya aksi carok dan untuk mendukung upaya penghentian kekerasan.
  • Seminar Nasional: Kegiatan ini juga diakhiri dengan seminar nasional yang menyepakati penghentian kekerasan dan dampak carok, menunjukkan adanya dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat untuk perubahan ini

Deklarasi ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat Bangkalan dan mengurangi angka kekerasan yang selama ini terjadi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Piala Dunia 202: Inilah Rundown Pembukaan serta 12 Grup yang Akan Berlaga

10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prihatin Ibu Hamil Meninggal, Prabowo akan Bangun 400 RS Pemerintah dan 10.000 Puskesmas

10 Juni 2026 - 17:47 WIB

Gema BISA Edukasi Makan Bergizi dari 4 Sehat 5 Sempurna Jadi B2SA

10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Terkumpul Rp 1,4 Miliar, Terbongkar Praktek Ilegal Uang Dam dan Badal Haji

10 Juni 2026 - 15:50 WIB

Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Cek Harga Terbarunya

10 Juni 2026 - 15:20 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Ketua PERABA Jatim Sutoyo: Permendag Mematikan Usaha Perajin Emas dan Perak

10 Juni 2026 - 13:21 WIB

Pasang Kamera di Kamar Mandi Masjid, Pria Gedek Mojokerto Dituntut 4 Tahun Penjara Denda Rp500 Juta

9 Juni 2026 - 20:38 WIB

PT Pegadaian Dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia untuk Kedelapan Kalinya

9 Juni 2026 - 20:01 WIB

Trending di News