Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Bandara Dhoho Senilai Rp13 T Berhenti Operasi Belum Genap Setahun Setelah Diresmikan

badge-check


					Bandara Dhoho Kediri Perbesar

Bandara Dhoho Kediri

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur yang dibangun PT Surya Dhoho Investama (SDhI), anak usaha PT Gudang Garam Tbk (GGRM), salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia berhenti beroperasi belum genap setahun.

Bandara yang diresmikan pada 18 Oktober 2024 dengan biaya Rp 13 T  itu, harus berhenti operasi hingga 31 Juli 2025. Bandara itu dipastikan kosong alias tidak ada pesawat yang beroperasi.

Legal, Compliance, and Stakeholder Manager di PT Angkasa Pura I Bintari Ariyani mengemukakan, saat ini, untuk penerbangan di Bandara Kediri yang beroperasi hanya maskapai Citilink.

“Bandara tetap melayani penerbangan sesuai jam operasional, namun saat ini beberapa armada milik maskapai Citilink sedang dalam masa maintenance sehingga berdampak pada beberapa rute penerbangan, salah satunya Bandara Kediri,” kata Bitari, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Ia menyebut bahwa untuk maintenance tersebut dari informasi yang diterima akan berlangsung hingga akhir Juli 2025. “Pemberitahuan dari pihak maskapai tidak beroperasi sementara hingga 31 Juli 2025,” kata dia.

Bandar Udara Dhoho dibangun dengan standar internasional, dengan landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter, mampu menampung pendaratan pesawat jet berbadan lebar.

Terminal penumpang di bandara tersebut dirancang untuk menampung hingga 1 ,5 juta penumpang setiap tahunnya pada tahap awal, dan akan mampu menampung hingga 10 juta penumpang per tahunnya pada tahap ultimatenya, memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penumpang pesawat udara.

Untuk penerbangan pertama, maskapai Citilink Indonesia, menawarkan rute Jakarta – Kediri pulang dan pergi menggunakan pesawat tipe A320 CEO dengan kapasitas 180 penumpang. Penerbangan perdana tersebut dilakukan pada Jumat, 5 April 2024, menggunakan pesawat tipe A320 CEO dengan kapasitas 180 penumpang.

Bandar Udara Dhoho Kediri tersebut dioperasikan oleh Angkasa Pura Indonesia sejak 29 Maret 2023 berdasarkan Kerja Sama Operasional antara PT Angkasa Pura I dengan PT Surya Dhoho Investama (SDhI) yang dilengkapi dengan infrastruktur penunjang seperti runway dengan dimensi 3.300 meter x 45 meter yang mampu melayani pesawat berbadan besar (wide body) Boeing 777-300ER.

Selain itu, juga ada terminal penumpang seluas 28.000 meter persegi berkapasitas 1,5 juta penumpang/tahun, apron komersial dengan kapasitas 12 pesawat narrow body dan tiga wide body, serta apron VIP dengan kapasitas empat small aircraft atau satu narrow body.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Peternak Unjuk Rasa dan Bagi Telur Gratis di Gedung DPRD Jatim

29 Juni 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional