Menu

Mode Gelap

Nasional

KSAD: 300 Dapur Sudah Siap. Begini Dampak MBG yang Telah Dilakukan 7 Negara, Top Bangetz

badge-check


					KSAD: 300 Dapur Sudah Siap. Begini Dampak MBG yang Telah Dilakukan 7 Negara, Top Bangetz Perbesar

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

Bali- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa 300 dapur sehat telah disiapkan dengan biaya Rp 7 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa SD dan ibu hamil.

Maruli menyampaikan, “Dapur sehat yang menyiapkan makanan bergizi buat masyarakat. Sampai sekarang mungkin 300 (dapur sehat yang sudah dibangun). Belajar dari penyampaian Bapak Presiden, bisa sampai Rp 7 miliar untuk menyiapkan dapur sehat,” saat kunjungannya di Denpasar, Bali, Sabtu (8/12/2025).

Fokus saat ini adalah mendata siswa SD dan ibu hamil sebagai sasaran program, termasuk lokasi dapur sehat, kebutuhan logistik, pekerja, dan peralatan. Maruli mengeklaim bahwa pengoperasian dapur sehat akan mendongkrak perekonomian daerah karena kebutuhan akan bahan pangan seperti beras, sayur, daging, dan telur akan meningkatkan perputaran uang di daerah tersebut.

Pemberian manfaat MBG sangat banyak. Berikut ini beberapa negara yang telah menerapkan program pemberian makan bergizi gratis beserta dampaknya, berdasarkan data dari sumber berita yang tersedia yang dikumpulkan oleh Redaksi.

1. India
– Program Midday Meal Scheme* (skema makan siang sekolah) program terbesar di dunia, menyediakan makan siang gratis untuk 125 juta anak usia 6–14 tahun setiap hari sejak 1995.
– Dampak meningkatkan angka kehadiran sekolah dan mengurangi putus sekolah, menurunkan prevalensi stunting secara lintas generasi (ibu yang pernah menerima program melahirkan anak dengan risiko stunting lebih rendah) serta mengurangi beban ekonomi keluarga dengan menyediakan 450–700 kalori per anak .

2. Finlandia
– Program Makan sekolah gratis sejak 1943, mencakup 850.000 siswa prasekolah hingga SMA.
– Dampak meningkatkan kesehatan siswa dan pendapatan seumur hidup sebesar 3%, mendukung pencapaian skor PISA yang tinggi (rata-rata 490 untuk membaca) dan memperkenalkan budaya makanan lokal melalui menu khas Finlandia .

3. Brasil
-Program National School Feeding Program (PNAE) memberi makan 40 juta siswa sejak 2009.
– Dampak 30% anggaran dialokasikan untuk produk petani lokal, meningkatkan ekonomi pertanian kecil serta Mengurangi obesitas dan meningkatkan pemahaman gizi melalui menu berbahan segar. Selain itu menghasilkan transaksi senilai 1,6 miliar real Brasil untuk petani keluarga pada 2023.

4. Jepang
– Program makan siang sekolah gratis sejak pasca-Perang Dunia II, mencakup 98,8% sekolah dasar dan 89,8% sekolah menengah (2023).
– Dampak memenuhi standar nutrisi ketat dengan menu seimbang (nasi, sayur, protein) dan meningkatkan partisipasi siswa dari keluarga berpenghasilan rendah melalui subsidi sosial .

5. Swedia
– Program makan hangat gratis untuk siswa usia 7–19 tahun, menyajikan 260 juta makanan/tahun.
– Dampak meningkatkan pendapatan seumur hidup siswa sebesar 3% dan menjadi model integrasi pendidikan gizi dengan kurikulum nasional .

6. Rwanda
– Program makanan sekolah gratis untuk 3,8 juta
– Dampak meningkatkan kesadaran gizi, sanitasi, dan partisipasi pendidikan dan mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan di sekolah.

7. Cina
– Program Subsidi makan siang untuk 40 juta siswa sudah dilaksanakan di daerah pedesaan sejak 2011.
– Dampak meningkatkan rata-rata tinggi dan berat badan anak pedesaan melebihi rata-rata nasional. Namun, diwarnai penyalahgunaan dana oleh pemerintah lokal.

Dampak Umum Program Makan Bergizi Gratis yang lain secara teoritis adalah:

1. Kesehatan: Mengurangi stunting, obesitas, dan defisiensi mikronutrien .
2. Pendidikan: Meningkatkan kehadiran, konsentrasi belajar, dan prestasi akademik .
3. Ekonomi: Menciptakan lapangan kerja lokal dan meningkatkan permintaan produk pertanian .
4. Lingkungan: Potensi pengurangan emisi karbon melalui pasokan bahan lokal .
5. Mengenalkan makanan lokal sehat

Catatan: Implementasi program ini juga menghadapi tantangan seperti keberlanjutan anggaran

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bapanas Awasi Ketat Harga Daging dan Minyak Goreng di Ramadan 1447 H

5 Maret 2026 - 15:06 WIB

Lebaran 2026: Skema One Way Tol Trans-Jawa Resmi Diberlakukan

5 Maret 2026 - 14:55 WIB

Harga Energi Melonjak, Sektor Perumahan Indonesia Tertekan

5 Maret 2026 - 14:45 WIB

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

Mudik Motor Gratis Naik Kereta, Begini Cara Ikut Program MOTIS 2026

4 Maret 2026 - 14:44 WIB

48 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Saudi

4 Maret 2026 - 14:26 WIB

BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia

4 Maret 2026 - 14:07 WIB

35 dari 125 Rudal Iran Lolos Jatuh di Tel Aviv, Iron Dome Israel Terbukti Tidak Sakti

4 Maret 2026 - 12:57 WIB

Efek Perang Teluk, PT Chandra Asri Pacific Umumkan Kondisi Force Majeure

4 Maret 2026 - 12:05 WIB

Trending di Headline