Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Rupiah Tembus Rp18.000, Menkeu Sebut Masih Sesuai Perhitungan APBN

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, masih masuk hitungan perumusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di awal.

“Cuman kan gini, ini masih dalam range perhitungan kita yang sebelumnya saya sebutkan itu. Pada waktu APBN pertama kan ada asumsinya 16.500. Tapi kan terus ada simulasi pada waktu harga BBM naik, tinggikan. Ya, kita hitung di situ, adjustment cukup tinggi,” kata Purbaya di kompleks DPR RI, Kamis (4/6/2026).

Meski begitu ia tidak mau membongkar seberapa besar penurunan rupiah yang telah diperhitungkan oleh pemerintah, karena ditakutkan akan makin melemahkan nilai tukar rupiah.

“Tapi kan saya nggak sebutkan, dan nanti rupiah melemah signifikan. tp basically, fundamental rupiah berada di bawah level yang sekarang. Lebih kuat dari yang sekarang,” ujarnya.

Soal langkah pemerintah memperbaiki kurs rupiah, Kementerian Keuangan masih masih melakukan intervensi terhadap pasar obligasi.

“Mungkin 8 triliun lebih yang diobligasi, ya.Tapi itu yang nggak boleh diomongin, ya. Tidak apa-apa, biar Anda tahu, saya intervensi sedikit. Terus 10 tahun kan relatif stabil atau cenderung turun. jadi dampaknya ada,” pungkasnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dengan tekanan 0,27 persen hingga menembus Rp18.015 per dolar, pada Kamis (4/6/2026) pagi.

Kondisi ini, menurut Lukman Leong analis mata uang Doo Financial Futures mencerminkan kuatnya tekanan eksternal di tengah meningkatnya ketidakpastian global, ditambah sentimen domestik yang masih kurang kondusif.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman.

Selain itu, sejumlah data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan pasar turut memperkuat mata uang Negeri Paman Sam.

Data ketenagakerjaan AS serta indeks aktivitas sektor jasa Institute for Supply Management (ISM) yang menunjukkan kinerja lebih kuat dari ekspektasi memperbesar optimisme terhadap ekonomi AS.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat permintaan terhadap dolar AS meningkat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pegawai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Digaji Rp76.000, Menteri Buka Suara

15 Juli 2026 - 20:11 WIB

Komdigi Temukan Ribuan Rekening Bank & Akun E-Wallet Terindikasi Judi Online, BCA Terbanyak

15 Juli 2026 - 19:47 WIB

Bupati Gresik Pulangkan.Puluhan Anak Pekerja Migran di Malaysia

14 Juli 2026 - 10:52 WIB

Babak Baru Kasus Penipuan PPPK Pemkab Gresik, Staf Dinas PMD Jadi Tersangka

14 Juli 2026 - 09:54 WIB

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

5 Kereta Api Ini Menjalani Relasi Terjauh di Indonesia

12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino

12 Juli 2026 - 18:55 WIB

600 Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

12 Juli 2026 - 18:39 WIB

Trending di Nasional