Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

351 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Keracunan MBG: 6 Rawat Inap 19 Kondisi Memburuk Dirujuk ke RSUD

badge-check


					Keracunan makanan MBG terus terjadi, Rabu 23 September 2026, sebanyak 351 siswa SMAN 1 Sampang Cilacap, alami keracunan. Foto: instagram@cilacap_info Perbesar

Keracunan makanan MBG terus terjadi, Rabu 23 September 2026, sebanyak 351 siswa SMAN 1 Sampang Cilacap, alami keracunan. Foto: instagram@cilacap_info

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CILACAP — Sebanyak 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 23 September 2026, dan menjadi salah satu kasus keracunan terkait program serupa dengan jumlah korban terbanyak di wilayah tersebut.

Makanan yang diduga menjadi pemicu keluhan dibagikan kepada para siswa pada jam istirahat siang.

Tidak lama setelah menyantap hidangan tersebut, sejumlah siswa mulai mengeluhkan rasa mual, pusing, perut kram, mual hingga muntah, dan tubuh terasa lemas.

Pihak sekolah segera melaporkan kondisi ini ke Dinas Kesehatan serta Puskesmas Sampang.

Tim medis langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan dini.

Rawat Jalan dan Inap

Dari 361 siswa yang mengalami keluhan, 15 orang menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang, 6 orang harus dirawat inap di puskesmas yang sama, dan 19 siswa lainnya dirujuk ke RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut karena kondisinya memburuk.

Sisanya mendapat perawatan di sekolah dan dipulangkan setelah kondisi membaik.

Hingga Rabu malam, 23 September 2026, seluruh siswa yang dirujuk dinyatakan stabil dan dalam pemantauan tim medis.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Cilacap, Hassanudin, menyatakan langsung menurunkan tim gabungan ke sekolah.

“Kami segera lakukan pemeriksaan kesehatan para siswa serta pengambilan sampel sisa makanan untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan ini,” ujar Hassanudin.

Ia menambahkan Puskesmas Sampang memberikan bantuan penuh dalam penanganan awal.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sampang turut membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan telah berkoordinasi dengan orang tua siswa.

Perwakilan orang tua menyampaikan kekhawatirannya dan berharap hasil pemeriksaan segera diketahui agar kejadian serupa tidak terulang. Pihak kepolisian juga telah menerima laporan dan mulai melakukan pemeriksaan awal terkait penyelenggaraan distribusi makanan di sekolah tersebut.

Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium kesehatan, namun hasilnya belum keluar. Pemerintah Kabupaten Cilacap berjanji akan mengumumkan hasil temuan secara transparan kepada masyarakat.

Kronologi

  • Rabu, 23 September 2026 siang — Makanan program MBG dibagikan kepada seluruh siswa SMA Negeri 1 Sampang.
  • Rabu siang, sesaat setelah makan — Puluhan siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, sakit perut, dan muntah. Sekolah melaporkan ke Puskesmas Sampang dan Dinkes Cilacap.
  • Rabu siang–sore — Tim medis Puskesmas Sampang tiba di sekolah dan melakukan pemeriksaan massal. 15 siswa dirawat jalan, 6 dirawat inap di Puskesmas Sampang.
  • Rabu sore — 19 siswa dengan gejala lebih berat dirujuk ke RSUD Cilacap untuk penanganan lanjutan. Kondisi dinyatakan stabil.
  • Rabu malam — Kepala Dinkes PPKB Cilacap Hassanudin memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban dan langkah penanganan. Sampel makanan diambil untuk uji laboratorium.
  • Sampai saat ini — Hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar. Polisi mulai memeriksa proses pengadaan dan penyaluran makanan.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Siap Dibawa ke Ranah Hukum, Gus Ipul: Fitnah Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar 35 NU di Jombang

23 September 2026 - 22:25 WIB

244 Anak Siswa PAUD/ TK Kecamatan Bawang Batang Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Masakan MBG

23 September 2026 - 21:48 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:07 WIB

KPK Geledah Kantor ATR/ BTN Mojokerto, Operasi Kelima setelah Bogor

23 September 2026 - 20:40 WIB

Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Hakim Jatuhkan Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman Pembunuh Adik Ipar

23 September 2026 - 15:40 WIB

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

23 September 2026 - 00:21 WIB

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Trending di News