Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

244 Anak Siswa PAUD/ TK Kecamatan Bawang Batang Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Masakan MBG

badge-check


					Puluhan ambulans dikerahkan untuk angkit 244 anak anak siswa PAUD dan TK di wilayah Bawang, Batang, Jateng,  Rabu, 23 September 2026. Foto: ist Perbesar

Puluhan ambulans dikerahkan untuk angkit 244 anak anak siswa PAUD dan TK di wilayah Bawang, Batang, Jateng, Rabu, 23 September 2026. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BATANG — Sebanyak 244 anak sisea siswi Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini terjadi Rabu, 23 September 2026, dan menjadi kasus berulang terkait pelaksanaan program serupa di daerah tersebut.

Makanan yang diduga menjadi penyebab dibagikan pada Selasa, 22 September 2026, dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bawang.

Menu yang disajikan berupa nasi, telur bolognaise, tumis sayur, tahu mendoan, dan potongan buah anggur.

Mulai Selasa malam hingga Rabu pagi (22-23 September 2026) para anak mulai mengeluhkan mual, pusing, muntah, diare, dan tubuh terasa lemas.

Tidak hanya siswa, sejumlah orang tua yang ikut mengonsumsi sisa makanan yang dibawa pulang serta para guru yang menyantap hidangan tersebut juga mengalami keluhan serupa.

Para korban berdatangan secara bergelombang ke Puskesmas Bawang. Karena jumlah pasien sangat banyak, sebagian dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Batang, dan RS QIM.

Hingga Rabu malam, jumlah korban yang mendapat penanganan medis tercatat mencapai 244 orang, meskipun data masih terus dikembangkan petugas lapangan.

Sekolah-sekolah yang terdampak meliputi:

  • SD Negeri 3 Bawang,
  • SD Pasusukan,
  • TK PAUD Al Ikhlas,
  • TK PAUD Harapan Bunda,
  • TK Pertiwi.

SPPG Ditutup Sementara

Wakil Bupati Batang, Suyono, saat meninjau langsung korban di RSUD Batang menyatakan bahwa dapur SPPG sementara waktu dihentikan operasinya.

“SOP dipegang teguh, jangan sampai menimbulkan keracunan berikutnya yang bahkan bisa mengancam nyawa manusia,” tegasnya.

Sampel makanan telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan, namun hasil belum keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menyatakan belum ada angka pasti yang dapat dipublikasikan karena pendataan masih berjalan dinamis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, turun langsung ke Puskesmas Bawang bersama jajaran pengawas dan kepala sekolah untuk memantau kondisi para siswa.

Sekretaris Desa Pasusukan, Ahmadi, menyampaikan bahwa korban berasal dari dua desa, yaitu Pasusukan dan Bawang, dengan rincian sementara 73 warga dari Desa Pasusukan dan 14 warga dari Desa Bawang.

Bukan yang Pertama

Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di Batang. Sebelumnya, pada April 2025 dan Oktober 2025, juga muncul laporan dugaan keracunan terkait program pemberian makanan di sekolah, sehingga kasus kali ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Kronologi

  • Selasa, 22 September 2026 — Makanan program MBG dibagikan kepada siswa di lima sekolah di Kecamatan Bawang.
  • Selasa malam hingga Rabu pagi, 23 September 2026 — Para anak mulai mengalami gejala mual, muntah, diare, dan lemas. Orang tua yang ikut mengonsumsi juga sakit.
  • Rabu pagi hingga siang, 23 September 2026 — Korban berdatangan ke Puskesmas Bawang secara bergelombang. Karena penuh, sebagian dirujuk ke RSUD Limpung dan RSUD Batang.
  • Rabu siang, 23 September 2026 — Wakil Bupati Suyono mengumumkan penghentian sementara operasional dapur SPPG Bawang. Sampel makanan diambil untuk pemeriksaan laboratorium.
  • Rabu malam, 23 September 2026 — Jumlah korban tercatat 244 orang. Pemerintah masih menunggu hasil lab untuk menentukan penyebab pasti. Kasus diakui bukan pertama kali terjadi di Batang.

Sampai saat ini — Hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar. Pihak berwenang meminta masyarakat bersabar menunggu keterangan resmi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Siap Dibawa ke Ranah Hukum, Gus Ipul: Fitnah Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar 35 NU di Jombang

23 September 2026 - 22:25 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:07 WIB

KPK Geledah Kantor ATR/ BTN Mojokerto, Operasi Kelima setelah Bogor

23 September 2026 - 20:40 WIB

Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Hakim Jatuhkan Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman Pembunuh Adik Ipar

23 September 2026 - 15:40 WIB

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

23 September 2026 - 00:21 WIB

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Trending di News