Penuli: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menurut Dr. Truong Van Quan dari Rumah Sakit Umum Hau Loc ( Thanh Hoa ), rumah sakit tersebut baru-baru ini menerima seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun yang mengalami nyeri, kelemahan, dan kelumpuhan pada kedua kakinya, sehingga ia tidak dapat bergerak secara mandiri.
Riwayat medis mengungkapkan bahwa malam sebelum dirawat, pasien minum sekitar setengah liter alkohol bersama kerabatnya. Kemudian malam itu, karena haus, ia terus minum dua kaleng minuman energi. Perlu dicatat, selama dua bulan terakhir, saat bekerja, orang ini hampir setiap hari minum satu atau dua kaleng minuman energi untuk tetap waspada.
Setelah pemeriksaan klinis dan tes darah yang diperlukan, dokter menentukan bahwa pasien menderita kelumpuhan periodik akibat hipokalemia.
Menurut Dokter Quan, kondisi ini mungkin terkait dengan seringnya mengonsumsi minuman energi yang mengandung gula dalam jumlah tinggi. Rata-rata, setiap kaleng minuman energi dapat mengandung sekitar 39g gula, sedangkan asupan gula harian yang disarankan untuk orang dewasa biasanya kurang dari 25g.
“Mengonsumsi minuman manis dalam jangka waktu lama, terutama dalam jumlah besar sekaligus, dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat,” kata Dr. Quan.
Ketika kadar gula darah naik di atas ambang batas reabsorpsi ginjal, kelebihan gula tersebut dikeluarkan melalui urin. Proses ini juga membawa pergi air dan banyak elektrolit penting, termasuk kalium.
Dokter Quân menganalisis bahwa fenomena di atas dapat disebabkan oleh dua mekanisme utama:
Pertama, ada diuresis osmotik: ketika gula dalam urin menarik air keluar, pasien akan buang air kecil lebih sering dan kehilangan sejumlah besar kalium melalui urinasi.
Kedua, dehidrasi mengurangi volume sirkulasi, yang pada gilirannya mengaktifkan sistem hormonal tubuh untuk menahan natrium tetapi meningkatkan ekskresi kalium melalui ginjal.
Ketika kadar kalium dalam darah menurun, fungsi sistem otot dan saraf akan terpengaruh. Hal ini dapat menyebabkan serangan mendadak berupa kelemahan otot atau kelumpuhan.
Menurut para ahli medis, kelumpuhan periodik akibat hipokalemia adalah jenis gangguan otot yang ditandai dengan episode tiba-tiba kelemahan otot atau kelumpuhan. Kondisi ini biasanya bersifat sementara tetapi berisiko kambuh jika penyebab yang mendasarinya tidak dikendalikan.
Pada kasus di atas, setelah perawatan dan suplementasi kalium, kondisi pasien berangsur-angsur membaik. Berdasarkan kasus ini, dokter menyarankan masyarakat untuk berhati-hati saat mengonsumsi minuman energi atau minuman tinggi gula lainnya, terutama jika dikonsumsi secara teratur dalam jangka waktu lama.
Individu dengan riwayat gangguan metabolisme, diabetes, atau riwayat kelemahan otot yang tidak biasa harus memantau kesehatan mereka dengan cermat. Jika gejala seperti kelemahan otot mendadak, kesulitan bergerak, atau mati rasa di tangan dan kaki terjadi, pasien harus segera mencari perhatian medis untuk pemeriksaan dan pengobatan.****











