Menu

Mode Gelap

News

Merespon Sinyal Krisis Ekonomi, Purbaya: Analis Gunakan Data Usang

badge-check


					Menkeu Purbaya Perbesar

Menkeu Purbaya

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa Indonesia menghadapi resesi, menegaskan ekonomi justru berada dalam fase ekspansi  sehat.

Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026), menanggapi klaim di media sosial dan kalangan ekonom terkait pelemahan akibat krisis geopolitik.

Indikator Pertumbuhan yang DirilisPurbaya merilis beberapa indikator kunci untuk membuktikan stabilitas ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi Q4 2025:

  • Mencapai 5 persen, menunjukkan jalur pertumbuhan solid berkat kebijakan fiskal tepat.
  • Purchasing Managers’ Index (PMI) Februari 2026: Level 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun, mengindikasikan perbaikan kuat di sektor manufaktur dan sisi supply.
  • Pertumbuhan Sektor Manufaktur: Konfirmasi dari data independen bahwa ekonomi sedang tumbuh, bukan morat-marit.

Konteks Krisis

Purbaya mengkritik opini berbasis data usang, seperti daya beli turun, sambil menekankan observasi lapangan seperti di Pasar Tanah Abang yang masih ramai.

Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo soal efisiensi BBM, WFH 50 persen, dan penghematan kendaraan dinas untuk jaga APBN 2026.Ekonomi ditargetkan tumbuh 5,4 persen tahun ini.

Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur sebesar 53,8 menandakan ekspansi kuat di sektor industri pengolahan Indonesia pada Februari 2026.

Nilai di atas 50 menunjukkan aktivitas bisnis meningkat, dengan laju tercepat sejak Maret 2024, didorong lonjakan permintaan baru dan produksi signifikan.

Pengaruh Ekonomi Nasional

Angka ini menggambarkan ketahanan domestik terhadap gejolak global, seperti konflik geopolitik, dengan permintaan kuat yang mendukung pertumbuhan PDB dan lapangan kerja.

  • PMI naik dari 52,6 di Januari, menegaskan tren positif tujuh bulan berturut-turut, sejalan bantahan Menkeu Purbaya soal resesi.
  • Lonjakan pesanan baru tercepat sejak November sebelumnya, didukung stabilitas harga dan optimisme pelaku usaha.
  • Peningkatan ekspor nonmigas seperti sawit, nikel, dan elektronik, dengan neraca perdagangan surplus US$0,95 miliar.
  • Sentimen positif mirip mitra dagang seperti Vietnam (54,3) dan India (57,5).
  • Secara keseluruhan, PMI 53,8 memperkuat proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,4% di 2026, mendukung strategi efisiensi BBM dan WFH arahan Presiden Prabowo.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lamaran Ditolak, Ade Darmawan Asal Kebumen Penusuk Sita Janatul dan Adiknya Warga Purisemanding Jombang

2 Mei 2026 - 16:02 WIB

Ustazah Hasanah Diduga Korban Begal, Poliri Banjarbaru Ringkus Dua Tersangka

2 Mei 2026 - 15:11 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Ngamuk di Hari May Day: Tujuh Pejabat Eselon Diganti yang Baru

2 Mei 2026 - 14:17 WIB

Tiga Kali Aksi Pencurian di Masjid, Musala dan Kuburan, Warga Sukopinggir Gudo Jombang Resah

2 Mei 2026 - 11:42 WIB

Longsor Besar Timbun Terowongan Proyek PLTA Upper Cisokan Bandung Barat

2 Mei 2026 - 10:24 WIB

Meriah Acara May Day di Jombang: Senam Pagi, Hiburan dan Pembagian Doorprize

2 Mei 2026 - 09:44 WIB

Peringatan Hari Buruh Internasional, Polres Jombang Berikan Pelayanan Maksimal dan Humanis

1 Mei 2026 - 18:34 WIB

Nekad Oplos Elpiji Bersubsidi, Dua Pria Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

1 Mei 2026 - 18:16 WIB

Antar Rombongan Haji, KA Argo Bromo Hantam Avanza 4 Orang Tewas 5 Lukaluka

1 Mei 2026 - 14:51 WIB

Trending di News