Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

48 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Saudi

badge-check


					Jamaah tertahan di Arab Saudi Perbesar

Jamaah tertahan di Arab Saudi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada operasional penerbangan internasional, menyebabkan sedikitnya 48.000 jemaah umrah asal Indonesia hingga kini masih tertahan di Arab Saudi.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyatakan bahwa situasi ini memerlukan respons cepat dari pemerintah, terutama dalam memastikan keselamatan dan kepastian kepulangan para jemaah. Selly menegaskan pentingnya validasi data lapangan yang melibatkan berbagai instansi terkait.

“Koordinasi dengan Kementerian Haji tidak boleh sebatas administratif. Harus ada langkah nyata mulai dari pendataan ulang, penguatan komunikasi dengan KBRI dan KJRI, hingga pemantauan terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun jemaah mandiri,” ujar Selly saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat.

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberadaan jemaah umrah mandiri. Berbeda dengan jemaah yang melalui agen resmi, kelompok mandiri seringkali menggunakan rute transit di negara ketiga, sehingga proses pelacakan kepulangan mereka menjadi lebih kompleks.

“Kelompok mandiri ini memerlukan pengawasan ekstra. Pola kepulangan mereka yang tidak langsung ke tanah air membuat data mereka tidak selalu terdeteksi dalam manifes penerbangan reguler ke Indonesia,” tambahnya.

Selain masalah transportasi, DPR RI menyoroti adanya ketidaksesuaian angka jumlah jemaah yang masih berada di Arab Saudi.

Selly merinci bahwa awalnya tercatat ada sekitar 58.000 jemaah. Dengan laporan kepulangan 6.000 orang, seharusnya angka yang tersisa berada di kisaran 52.000.

“Selisih data ini harus segera diperbaiki dan diintegrasikan antarlembaga, terutama dengan data keimigrasian, agar langkah perlindungan tepat sasaran,” tegasnya.

Pemerintah juga didesak untuk menyiapkan skenario darurat terkait akomodasi dan logistik. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi pembengkakan biaya yang mungkin harus ditanggung jemaah atau PPIU akibat keterlambatan jadwal terbang di tengah kondisi keamanan yang tidak menentu.

Sebagai langkah preventif, otoritas terkait mengimbau masyarakat yang berencana menjalankan ibadah umrah dalam waktu dekat untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan hingga situasi keamanan di Timur Tengah kembali kondusif bagi penerbangan internasional.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kejar Target FLPP, Pemerintah Siapkan Akad Massal 71.000 Rumah Subsidi

27 September 2026 - 19:29 WIB

Beban Kontraktor Bertambah, Harga Semen dan Besi Beton di Jatim Terus Menanjak

27 September 2026 - 18:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Beras Masih di Atas HET, Cabai Naik

27 September 2026 - 18:38 WIB

ESDM Tegaskan Isu Pertalite Naik Hoaks, Harga Tak Berubah

25 September 2026 - 21:29 WIB

Surat Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Beredar, Komdigi Buka Suara

25 September 2026 - 21:17 WIB

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Trending di Nasional