Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Serangga Tanzania Jadi Tenaga Kerja Baru di Kebun Sawit

badge-check


					Serangga Tanzania
Perbesar

Serangga Tanzania

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadi Wijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Produksi sawit Indonesia lagi seret, tapi pengusaha sawit punya jurus baru: impor serangga penyerbuk dari Tanzania. Kedengarannya agak nyeleneh, ya—serangga jadi “tenaga kerja asing” di kebun sawit.

Media Relations GAPKI, Mochamad Husni, bilang kalau serangga penyerbuk lokal sudah mulai “malas kerja.” Produktivitasnya menurun, bikin panen sawit stagnan lima tahun terakhir. Jadi, GAPKI cari solusi dengan mendatangkan serangga dari Tanzania, yang katanya lebih rajin dan efektif.

“Mudah-mudahan ini lebih efektif, karena kalau kata teman-teman sawit, itu serangga penyerbuk (yang ada saat ini) sudah kurang produktif. Jadi didatangkan serangga yang dari luar negeri, yakni Tanzania,” ujar Husni dalam Workshop Jurnalis Program Biodiesel Sawit 2026 di Depok.

Rencananya, serangga-serangga ini akan mulai masuk Indonesia Maret 2026, secara bertahap selama dua tahun. Targetnya jelas: mendukung program biodiesel B40, bahkan B50. Jadi kalau nanti ada berita “serangga impor bantu isi tangki solar,” jangan kaget.

Selain serangga, GAPKI juga sekalian mendatangkan tanaman dari Tanzania. Lengkap sudah: serangga dan tanaman impor, demi produktivitas sawit yang lebih oke. Husni juga mengakui stagnasi produksi bukan cuma soal serangga, tapi juga karena banyak tanaman sawit sudah “tua renta”—25 tahun ke atas. Makanya, program replanting alias ganti tanaman tua dengan yang baru juga digenjot.

Intinya, GAPKI lagi sibuk cari cara biar sawit Indonesia nggak stuck. Dari serangga impor sampai replanting, semua diusahakan. Jadi, kalau nanti ada serangga Tanzania yang jadi “pahlawan produktivitas” di kebun sawit, jangan heran. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Pertamax Diramal Naik Rp300—Rp550 pada September 2026

31 Agustus 2026 - 19:05 WIB

IDI Usul ke Menkes Standar Gaji Dokter hingga Rp110 Juta

31 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Komdigi Larang Sisa Kuota Internet Hangus, Tetapkan Tanggal Berlaku

31 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Rayakan Anniversary, PT Surya Sarana Sentosa Berbagi ke Anak Yatim dan Dukung Program Prabowo

29 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Modal Pengalaman 3 Tahun di Ditlantas Polda Jatim, AKP Septia Resmi Jabat Kasatlantas Kediri Kota

28 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Honda Surabaya Center Incar 120 SPK di GIIAS Surabaya 2026

27 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pasar Mi Instan Indonesia Susut 14,54 Miliar Porsi

27 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Trending di Nasional