Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, AMSTERDAM- Kebakaran besar memang melanda Gereja Vondelkerk di Amsterdam pada dini hari 1 Januari 2026, tepat setelah perayaan Tahun Baru. Bangunan bersejarah ini hancur total dan dinyatakan tidak dapat diselamatkan.
Api mulai berkobar di gereja neo-Gotik yang berusia 154 tahun itu, menghadap Vondelpark, dengan kobaran cepat melahap atap dan menara setinggi 50 meter. Petugas pemadam kebakaran berjuang berjam-jam menggunakan tangga putar, tapi struktur bangunan runtuh akibat kerusakan parah. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Vondelkerk dirancang oleh arsitek Pierre Cuypers, pencipta Rijksmuseum, dan diresmikan akhir abad ke-19. Setelah dijual pada 1977, fungsinya berubah menjadi ruang multiguna. Insiden ini menimbulkan kerugian besar secara budaya dan sejarah.
Penyebab kebakaran masih diselidiki, kemungkinan terkait kekacauan Malam Tahun Baru seperti kembang api berlebih dan kekerasan di Belanda. Pihak berwenang belum mengonfirmasi hubungan langsung.
Juru bicara layanan darurat menyatakan bangunan tidak dapat diselamatkan dan berisiko runtuh total. Kepala Serikat Polisi Belanda, Nine Kooiman, mengomentari kekerasan ekstrem malam itu secara umum, tapi belum hubungkan langsung ke insiden ini. Tidak ada korban jiwa atau luka dilaporkan.
Status Penyelidikan
Hingga 2 Januari 2026, polisi fokus mencegah penyebaran api dan mengamankan area, sambil menyelidiki asal api. Media sosial penuh video kobaran, tapi bukti forensik menunggu hasil resmi.
Laporan media hanya menyebut pernyataan dari juru bicara Veiligheidsregio Amsterdam-Amstelland (layanan darurat regional), yang menyatakan “Gereja sudah tidak dapat diselamatkan lagi” dan berisiko runtuh total. Tidak ditemukan kutipan langsung dari pihak gereja atau pemilik bangunan.
Gereja ini sejak 1977 bukan lagi aktif sebagai tempat ibadah Katolik, melainkan ruang multiguna, sehingga tidak ada juru bicara gereja aktif yang disebutkan. Penyelidikan polisi dan darurat masih prioritas utama.






