Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Pamer Pasukan Robot Elon Musk Deklarasikan Partai Amerika, Trump: Hanylah Ide yang Konyol!

badge-check


					Elon Musk bikin kaget Amerika, setelah mendeklaraikan berdirinya Partai Amerika. Sebuah partai untuk menggemablikan kembali kejayaan Amerika, dalam wadah dunia baru planet baru. Dicibir oleh Donald Trump. Foto: instagram@calminmotivation Perbesar

Elon Musk bikin kaget Amerika, setelah mendeklaraikan berdirinya Partai Amerika. Sebuah partai untuk menggemablikan kembali kejayaan Amerika, dalam wadah dunia baru planet baru. Dicibir oleh Donald Trump. Foto: instagram@calminmotivation

Penulis: Jacobus E. Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA- Elon Musk telah mengumumkan pembentukan partai politik baru di Amerika Serikat yang dinamakan  “America Party” (Partai Amerika)

Pengumuman ini dilakukan pada awal Juli 2025, setelah Musk mengadakan jajak pendapat di media sosial X (sebelumnya Twitter) yang menunjukkan bahwa mayoritas pengikutnya mendukung pembentukan partai baru tersebut.

Musk mendirikan partai ini sebagai respons terhadap ketidakpuasan terhadap sistem dua partai yang sudah lama mendominasi politik AS dan sebagai reaksi terhadap kebijakan pengeluaran negara yang dia anggap tidak efisien dan membahayakan keuangan negara.

Ia menekankan bahwa tujuan partainya adalah untuk “mengembalikan kebebasan” dan menjadi suara penentu dalam beberapa kursi di Senat dan DPR, bukan untuk merebut kekuasaan besar secara langsung.

Partai ini digambarkan sebagai alternatif sentris yang mewakili mayoritas warga yang merasa tidak terwakili oleh Partai Demokrat maupun Republik.

Namun, hingga kini Partai Amerika yang didirikan Musk belum terdaftar secara resmi di Federal Election Committee (FEC), yang adalah badan pengawas pemilihan umum di AS, sehingga status resminya sebagai partai politik masih dalam proses.

Reaksi dari figur politik lain, khususnya mantan Presiden Donald Trump, cukup negatif. Trump menyebut ide pembentukan partai ketiga tersebut “konyol” dan meragukan keberhasilan partai baru mengganggu dominasi dua partai besar di sistem politik Amerika Serikat.

Reaksi Donald Trump terhadap pembentukan partai politik baru oleh Elon Musk, yang dinamakan “America Party,” sangat negatif. Trump menyebut ide pendirian partai ketiga ini sebagai hal yang “konyol”.

Dia meragukan keberhasilan partai tersebut mengganggu dominasi sistem dua partai yang sudah lama berlangsung di Amerika Serikat.

Namun Trump juga mengakui bahwa Partai Demokrat memang sedang kehilangan arah, tetapi sistem politik AS selama ini adalah sistem dua partai yang menurutnya sudah sesuai. Trump menegaskan bahwa keberadaan partai ketiga justru menambah kebingungan dalam sistem demokrasi AS.

Selain itu, Trump mengkritik langkah Musk yang memicu perseteruan politik antara keduanya, terutama karena Musk menentang RUU pajak dan belanja yang baru disahkan Trump dan dinilai Musk akan membuat negara bangkrut. Hubungan keduanya yang sebelumnya cukup dekat pun mulai retak akibat inisiatif politik Musk ini.

Singkatnya, Trump mengejek dan meremehkan pembentukan partai baru Elon Musk sebagai langkah yang tidak realistis dan konyol dalam konteks sistem politik Amerika Serikat saat ini.

Keunggulan yang Elon Musk tawarkan pada partai barunya, America Party, antara lain:

  • Alternatif bagi Publik yang Tidak Terwakili: Musk mengklaim partai ini mewakili sekitar 80 persen warga Amerika yang berada di tengah spektrum politik dan merasa tidak terwakili oleh Partai Demokrat maupun Republik, sebagai solusi atas kebuntuan sistem dua partai yang sudah lama mengakar di AS.

  • Fokus pada Reformasi Fiskal dan Pengurangan Utang: Partai ini didirikan sebagai respons terhadap pengeluaran pemerintah yang dianggap Musk tidak bertanggung jawab dan berpotensi memperbesar defisit nasional secara signifikan, terutama setelah penolakan Musk terhadap RUU anggaran “One Big Beautiful Bill”. Musk ingin partainya fokus pada kebijakan fiskal yang lebih baik dan efisiensi anggaran negara.

  • Mendukung Teknologi dan Inovasi: America Party akan mendukung pertumbuhan teknologi seperti kendaraan listrik, kecerdasan buatan, dan eksplorasi antariksa, yang menjadi bidang utama bisnis Musk sendiri. Hal ini menunjukkan visi partai yang berorientasi pada kemajuan teknologi dan ekonomi masa depan.

  • Mendukung Bitcoin dan Menolak Sistem Uang Fiat: Partai ini secara eksplisit mendukung penggunaan Bitcoin sebagai alat keuangan yang lebih transparan dan adil, sekaligus menolak uang fiat yang dianggap Musk tidak layak karena mudah dimanipulasi dan rawan inflasi akibat pencetakan uang berlebihan oleh pemerintah.

  • Strategi Partai Kecil yang Efektif di Kongres: Musk menyatakan bahwa America Party tidak berambisi untuk mendominasi kekuasaan secara besar-besaran, tapi cukup untuk menguasai beberapa kursi di Senat dan DPR agar dapat memengaruhi pengambilan keputusan di Kongres, berperan sebagai suara penentu di tengah kebuntuan politik.

Keunggulan-keunggulan ini adalah poin utama yang Elon Musk tonjolkan untuk membedakan America Party sebagai partai politik yang berbeda dan menawarkan alternatif baru dari sistem dua partai Amerika Serikat yang lama dan dianggap sudah tidak efektif lagi. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dua Peserta Latsarmil KDMP Meninggal Dunia, Akibat Heat Stroke dan Cardiac Arrest

24 Juni 2026 - 19:21 WIB

Sekretaris PRKP Bangkalan Ditemukan Tewas dalam Mobil Terparkir di Bandara Juanda

24 Juni 2026 - 18:14 WIB

Massa Karyawan PT SGS Demo Lagi: PHK 1.000 Karyawan, tapi Rekrutmen Karyawan Baru!

23 Juni 2026 - 20:04 WIB

Teror di Balik Pintu Yupita Alami Siksaan 1.095 Hari, Poliri Ringkus Taufik Hidayat DPO 23 Hari di Cibiru Bandung

23 Juni 2026 - 14:34 WIB

DPRD Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati tentang APBD Jombang 2025

23 Juni 2026 - 11:53 WIB

Trending di News