Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Tiongkok Punya Drone Pemadam Kebakaran Untuk Gedung Tinggi

badge-check


					Tiongkok Punya  Drone Pemadam Kebakaran Untuk Gedung Tinggi Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, NANJING-Dalam dunia pemadaman kebakaran, Tiongkok sedang memimpin dengan teknologi drone terbaru yang revolusioner. Dari gedung pencakar langit hingga kebakaran hutan di medan ekstrem, drone kini menjadi pahlawan tak dikenal dalam misi penyelamatan modern. Teknologi ini mengubah cara pemadam kebakaran bekerja dan menyelamatkan banyak nyawa.

Di kota-kota besar Tiongkok yang padat dan kawasan hutan yang luas, petugas pemadam sering menghadapi tantangan besar. Mobil tangga atau tim darat tak selalu mampu menjangkau kobaran api di lantai 30 sebuah gedung (di Indonesia bisa sampai lantai berapa? belum ada keterangan) atau titik api di kedalaman hutan.

Di sinilah peran drone pemadam kebakaran sangat vital: mereka hadir dengan misi menjangkau tempat-tempat yang mustahil dijangkau manusia.

Salah satu drone unggulan adalah EHang 216F, drone berawak dengan delapan lengan yang membawa nosel pemadam berat dan mampu menyemprotkan busa dari ketinggian lebih dari 300 meter. Dirancang untuk bermanuver di lorong-lorong sempit kota, drone ini sangat efektif dalam mengatasi kebakaran di gedung tinggi.

Ada pula Aerial Scooter Drone yang mampu mencapai ketinggian 200 meter hanya dalam 30 detik, dan menyebarkan bom serbuk kering untuk memadamkan api di area seluas 200 meter persegi.

Sementara itu, perusahaan seperti XCMG Group mengembangkan drone pengintai dengan teknologi AI yang memetakan zona kebakaran secara real-time. Informasi ini dikirim langsung ke tim darat untuk pengambilan keputusan cepat—mulai dari deteksi sumber panas hingga titik-titik struktur bangunan yang lemah.

Kecanggihan tak hanya dari kecepatan, tapi juga kepintaran. Drone ini tak hanya melihat, tapi juga menganalisis situasi, merancang rute evakuasi aman bagi tim di lapangan, dan memprediksi pergerakan api. Dalam hitungan detik, mereka sudah di udara, memberi pandangan langsung terhadap perilaku api—jauh lebih cepat dibanding respons manual yang terhambat persiapan dan lalu lintas.

Drone sangat bermanfaat di area urban dengan akses terbatas. Mereka bisa terbang langsung ke pusat api, bahkan ke lokasi yang nyaris mustahil dijangkau manusia. Ini secara drastis mengurangi risiko bagi petugas pemadam karena penanggulangan api dilakukan dari udara.

Penggunaan drone ini bukan sekadar teori. Dalam sebuah insiden dramatis di provinsi Shaanxi, tiga drone bekerja serempak memadamkan api di gedung bertingkat, sambil mengirimkan data penting ke tim darat. Saat kebakaran hutan melanda Chongqing, drone juga digunakan untuk memadamkan api, mengoordinasikan tim darat, dan mengirim logistik ke titik-titik terpencil.

Namun, teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Daya tahan baterai membatasi waktu terbang, dan cuaca buruk seperti angin kencang atau asap pekat bisa menghambat operasi. Selain itu, ada kendala regulasi yang membatasi penggunaan drone di ruang udara tertentu, serta kekhawatiran publik soal keselamatan dan privasi yang masih menjadi hambatan.

Meski begitu, langkah maju Tiongkok dalam mengadopsi drone pemadam membuktikan bahwa masa depan penanggulangan kebakaran adalah dari langit. Bayangkan saja: sebuah gedung tinggi terbakar dan drone masuk satu per satu, memadamkan api dari lantai ke lantai secara terkoordinasi. Atau saat kebakaran hutan terjadi, drone dengan kamera termal menyusuri hutan secara otomatis sambil mengirim data ke tim penyelamat.

Dengan inovasi ini, Tiongkok bukan hanya menetapkan standar global, tapi juga memperlihatkan bahwa memadamkan api tak harus selalu dari darat. Kadang, pahlawan sejati justru datang dari langit.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (27): Kaum Illuminati dan Revolusi Prancis

27 Juni 2026 - 16:44 WIB

Juragan Percetakan Tuduh Tiga Pegawai Mencuri, 21 Hari Dirantai dan Minta Tebusan Rp50 Juta

27 Juni 2026 - 16:18 WIB

Belanda Umumkan Kode Merah: Suhu 39°C Bikin Aspal Meleleh dan Dehidrasi

27 Juni 2026 - 15:44 WIB

Wartawan Diundang Keluar, Presiden Prabowo Ingin Berdiskusi dari Hati ke Hati Bersama Rektor dan Dosen

27 Juni 2026 - 14:57 WIB

Pemkot Surabaya Launching Buku: Bung Karno, Arek Surabaya!

27 Juni 2026 - 10:29 WIB

Korban Meninggal Latsarmil KDMP Jadi 4 Orang, Kemenhan Lakukan Evaluasi Prosedur

27 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Trending di News