Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

14 Jam Rudy Mas’ud Bertahan di Dalam Kantor, Saat Massa APM Kaltim Unjuk Rasa

badge-check


					Gubernur Rudy Mas'ud sembunyi di dalam kantornya, saat massa Aliansi Pejuang Masyarakat Kaltim keralhan 5.000 - 7.000 bergerak ke kantor gubernur, Selasa, 21 April 2026. Rudy tak punya nyali berhadapan dengan massa. Bahkan ia sudah membentengi kantornya dengan kawat berduri, serta mengerahkan lebih 1.700 personel keamanan untuk menghadapi aksi itu. Foto: ist Perbesar

Gubernur Rudy Mas'ud sembunyi di dalam kantornya, saat massa Aliansi Pejuang Masyarakat Kaltim keralhan 5.000 - 7.000 bergerak ke kantor gubernur, Selasa, 21 April 2026. Rudy tak punya nyali berhadapan dengan massa. Bahkan ia sudah membentengi kantornya dengan kawat berduri, serta mengerahkan lebih 1.700 personel keamanan untuk menghadapi aksi itu. Foto: ist

Penulis: ­Sri Muryanto  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAMARINDA– Rudy Mas’ud  memilih bertahan dan sembunyi di dalam gedung kantor gubernur Kaltim selama lebih 14 jam, menghadapi aksi unjuk rasa massa Aliansi Pejuang Masyarakat (APM) Kaltim, Selasa 21 April 2026.

Alih alih merespon aksi itu, Rabu pagi 22 April 2026, Rudy merilis video lewat medsos, berupa ucapan terima kasih atas demo berkualitas itu.

Warga Kaltim kecewa kepada Rudy Mas’ud, karena sejumlah kebijakan dan sikap komunikasinya dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat.

Senin 20 April 2026, ia juga berpidato bahwa dirinya siap terbuka 24 jam untuk menerima masyarakat, kenyataanya ia lebih suka mengurung diri tak bersedia menjawab tuntutan warganya.

Sorotan terbesarnya adalah anggaran mobil dinas Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar, yang dianggap mencederai rasa keadilan di tengah ekonomi warga yang sulit.

Selain itu, muncul kritik bahwa kepemimpinannya sering memicu polemik dan blunder, sehingga dianggap kurang sensitif terhadap aspirasi publik.

Ia bahkan meminta staf ahlinya Sudarno dan Bambang Widjojanto untuk melawan opino publik, dengan statemen tuduhan bahwa gerakan masda ini adalah efek residu kalah pilkada.

Ada juga penilaian bahwa ia belum berhasil membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi cepat, yang ikut memperkuat rasa kecewa sebagian warga.

Dalam aksi 21 April, massa juga menuntut evaluasi kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur karena kebijakan-kebijakan itu dianggap kontroversial dan tidak mencerminkan prioritas rakyat.

Jadi, kekecewaan itu bukan cuma soal satu keputusan, melainkan akumulasi dari kebijakan anggaran, gaya komunikasi, dan persepsi kurang peka terhadap kondisi warga.

Unjuk Rasa

Demo massa aksi AMP Kaltim yang terjadi dekitat 14 jam 21 April 2026, berjalan tertib. Laporan media menyebut massa bergerak dari DPRD Kaltim ke kantor Gubernur, dan hingga petang 21 April masih bertahan di depan kantor gubernur di Samarinda.

Setelah berkumpul di DPRD Kaltim, massa kemudian bergeser ke kantor Gubernur Kaltim sebagai titik aksi berikutnya.

Sejumlah laporan juga menyebut situasi sempat tegang, dengan kawat pengaman diruntuhkan dan ada lemparan ke arah kantor gubernur.

Inti Tuntutan

Apa tuntutan lengkap massa dalam demo 21 April di Samarinda

Tuntutan lengkap massa dalam demo 21 April di Samarinda pada intinya ada tiga poin utama

  • Audit menyeluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama kebijakan anggaran yang dianggap bermasalah, termasuk sorotan pada pengadaan mobil dinas dan renovasi rumah jabatan.
  • Hentikan praktik KKN di Kalimantan Timur.
  • DPRD Kaltim harus menjalankan fungsi pengawasan secara tegas dan independen, termasuk mendorong penggunaan hak angket dan interpelasi bila diperlukan.

Dalam laporan lain, tuntutan itu juga dijelaskan sebagai desakan agar kebijakan Pemprov dievaluasi total, terutama pada belanja yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan publik.

Aksi itu dibawa oleh mahasiswa dan elemen masyarakat, dan jumlah massa disebut mencapai sekitar 7.000 orang.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

Trending di News