Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Willow Chip Kuantum Terhebat Buatan Google

badge-check


					Lompatan luar biasa teknologi chip kuantum buatan Google. Instagram@artificialzone Perbesar

Lompatan luar biasa teknologi chip kuantum buatan Google. Instagram@artificialzone

Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM-  Google telah menghasilkan chip terbaru bernama Willow. Merupakan chip komputasi kuantum yang menggunakan 105 qubit, sehingga memungkinkan penyelesaian tugas yang memerlukan waktu 10 septiliun tahun pada komputer klasik hanya dalam lima menit.

Septiliun memiliki 24 angka nol, bentuk angka, ditulis 1.000.000.000.000.000.000.000.000.

Berarti dalam satu detik,  Willow dapat menyelesaikan perhitungan setara dengan 1022300 tahun, atau sekitar 3,33 \times 10^{19} tahun.
Kecepatan ini menunjukkan potensi luar biasa dari komputasi kuantum dalam menangani masalah kompleks yang tidak dapat dipecahkan oleh komputer klasik dalam waktu yang wajar.
Keunggulan utama Willow terletak pada kemampuannya dalam mengurangi kesalahan secara signifikan melalui koreksi kesalahan yang lebih baik, menjadikannya lebih tahan terhadap gangguan.

Chip ini diharapkan dapat mempercepat penelitian di berbagai bidang, termasuk pengembangan obat dan kecerdasan buatan.

Contoh aplikasi praktisnya termasuk:

  • Kecerdasan Buatan (AI): Willow dapat meningkatkan efisiensi algoritma pembelajaran mesin, memungkinkan pemodelan prediktif yang lebih canggih.
  • Kedokteran: Meningkatkan resolusi analisis seperti pemindaian MRI hingga tingkat atom, memungkinkan diagnosis penyakit yang lebih akurat dan perawatan yang dipersonalisasi.
  • Pengembangan Obat: Mempercepat proses simulasi interaksi molekul untuk penemuan obat baru.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (38): Kasus Pemimpin Teroris Mati Saat Mandi

21 Juli 2026 - 21:02 WIB

Sambut Muktamar 35 NU, PUPR Jombang Kebut Perbaikan Infrastruktur ke Area Tambakberas

21 Juli 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Ringkus 12 Orang Sindikat Pencuri 600 Modul BTS, Kerugian Rp60 Miliar

21 Juli 2026 - 19:39 WIB

Indonesia Punya Bullion, Prabowo: Simpan 231 Ton Emas Senilai Rp231 Triliun

21 Juli 2026 - 08:15 WIB

5 Badai Persoalan Timpa Hotman Paris: Dua Kali Minta Maaf, Kematian Rocky dan Angpao dari Prayogo Pangestu

21 Juli 2026 - 07:07 WIB

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Trending di News