Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Viral Aksi Demo Siswa SMK 1 Kampak Trenggalek: Urusan Uang tak Pernah Selesai!

badge-check


					Video aksi demo aksi demo siswa SMKN 1 Kampak, Trenggalek, menyebar luas, membuat semakin tercoreng dunia pendidik Indonesia dalam urusan keuangan dan sumbangan. Foto: tangkap layar video Yuotube@suyra.co Perbesar

Video aksi demo aksi demo siswa SMKN 1 Kampak, Trenggalek, menyebar luas, membuat semakin tercoreng dunia pendidik Indonesia dalam urusan keuangan dan sumbangan. Foto: tangkap layar video [email protected]

Penulis: Sri Muryanto    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TRENGGALEK- Viral video aksi unjuk rasa siswa SMA Negeri 1 Kampak,  Trenggalek. Ratusan siswa unjuk rasa di halaman sekolah menuntut transparansi pengelolaan dana iuran siswa, termasuk dana komite sekolah yang dianggap tidak transparan.

Tuntutan mereka muncul karena ada dugaan pungutan liar (pungli) berupa berbagai macam iuran selain SPP dan seragam, seperti infak amal jariyah, tabungan akhirat untuk pembangunan masjid, dan sumbangan lainnya yang tidak jelas pengelolaannya.

Mereka juga menyoroti ada  pemotongan dana bantuan pemerintah Program Indonesia Pintar (PIP) untuk keperluan amal jariyah.

Aksi ini mengundang perhatian kepala sekolah yang hadir memberikan klarifikasi, namun siswa menilai penjelasannya berbelit-belit.

Dampak dan Reaksi Demo mendapat perhatian luas dan viral di media sosial. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga memantau kasus ini.

Demo yang terjadi 25 Agustus 2025, juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap kondisi di mana guru dan siswa harus mengeluarkan biaya sendiri untuk kegiatan sekolah karena dana komite dianggap tidak tersedia secara transparan.

Para siswa membawa poster dengan kecaman dan tuntutan agar dana pengelolaan dikembalikan dan dikelola dengan baik serta tanpa penyalahgunaan.

Inti Tuntutan Demo

  • Transparansi penggunaan dana iuran siswa dan dana komite
  • Penghentian dugaan pungutan liar
  • Kejelasan aliran dana infak dan sumbangan lain
  • Tidak ada pemotongan dana PIP tanpa izin siswa
  • Penjelasan soal kekurangan dana kegiatan sekolah yang memaksa siswa/guru keluar biaya sendiri

Respon Pihak Sekolah
Kepala sekolah memberikan klarifikasi soal tuntutan siswa. Namun siswa menilai penjelasan masih kurang memuaskan dan berbelit-belit

Mendapat perhatian terkait dugaan penyalahgunaan dana dana bantuan dan pungutan yang tidak jelas

Ini adalah ringkasan utama dari aksi demo siswa SMAK Kampak Trenggalek 2025 yang difokuskan pada tuntutan transparansi pengelolaan dana sekolah dan pemberantasan pungutan liar.

Kepala SMAN 1 Kampak, Bahtiar Kholili, terkait aksi demo siswa bahwa dana yang menjadi fokus tuntutan siswa memang dana komite sekolah atau sumbangan sukarela.

Ia menjelaskan bahwa ada dua jenis sumbangan, yaitu untuk peningkatan mutu pendidikan dan untuk amal jariyah berupa pembangunan fisik, salah satunya adalah pembangunan masjid.

Bahtiar menjelaskan sumbangan amal jariyah besarnya tidak ditentukan, namun disepakati dalam rapat komite sebesar Rp 500 ribu/ siswa, angka ini berasal dari pembagian rencana anggaran pembangunan fasilitas terhadap jumlah siswa.

Ia juga menyebutkan ada iuran lain yaitu tabungan akhirat (Tabarot) yang disetorkan setiap penerimaan raport atau satu kali selama 4 tahun.

Mengenai sumbangan ini, Bahtiar menegaskan sifatnya imbauan sukarela, bukan pungutan wajib. Namun pun demikian, para siswa menilai penjelasan kepala sekolah kurang memuaskan dan berbelit-belit sehingga memicu ketidakpuasan dan demo tersebut.

Selain itu, ada tuntutan dari siswa agar kepala sekolah mundur dari jabatannya karena tuduhan penyelewengan anggaran, yang oleh pihak sekolah direspons dengan klarifikasi dan kesediaan kepala sekolah untuk menanggapi aspirasi tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ada Promo Bright Gas Diskon Rp 25 Ribu, Begini Cara Dapatnya

4 September 2026 - 19:56 WIB

Praktik Curang Produsen Diduga Jadi Penyebab Naiknya Harga Beras

4 September 2026 - 19:45 WIB

Taman Wisata Alam Kawah Ijen Ditutup Sementara Imbas Karhutla

4 September 2026 - 19:33 WIB

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Pengampunan Pajak Selama Masih Jabat

3 September 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional