Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Thudong Tradisi Ritual Para Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Borobudur

badge-check


					Para biksu bersiap ritual Perbesar

Para biksu bersiap ritual

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menjelang Hari Raya Waisak, Senin (12/5/2025), para biksu atau bhante akan berjalan kaki sepanjang ribuan kilometer dari Thailand menuju Candi Borobudur. Melansir dari Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama, ritual yang dilakukan jelang Waisak ini diawali dengan sesi pengambilan lentera air dan menuliskan harapan.

Setiap tahunnya, ritual Thudong selalu berhasil menarik antusias masyarakat. Pada tahun 2024 silam, ritual ini sempat viral di media sosial saat menjelang Waisak.

Banyak masyarakat Indonesia, bahkan warganet yang penasaran dengan tradisi ini. Berikut adalah pembahasan tradisi Tudhong.

Thudong merupakan perjalanan ritual yang dilakukan oleh para biksu. Tradisi ini sering dianggap sebagai perjalanan spiritual.

Tujuan para biksu melakukan Thudong yaitu sebagai perjalanan religi. Thudong merupakan tradisi berjalan sejak zaman Sang Buddha belum memiliki wihara.

Sehingga, para bhante yang hidup kala itu harus berjalan dari hutan ke hutan untuk menyebarkan ajaran mereka. Selain itu, Thudong juga dilakukan dengan cara berjalan kaki sembari merenung, dan biasanya, ia akan berpuasa sebelum melakukan perjalanan.

Kegiatan ini dilakukan selama empat bulan pada musim hujan. Tradisi Thudong akan baru dilaksanakan ketika memasuki musim kemarau atau musim semi.

Ritual Thudong juga mengajarkan arti dari kesabaran. Sepanjang ritual ini, rombongan Bhante hanya mengenakan jubah biksu sepasang sandal, dan kaus kaki.

Tidak jarang beberapa dari mereka harus berhadapan dengan panasnya matahari. Mereka juga makan hanya sebanyak satu kali sehari dan minum secukupnya.

Karena itu, dalam ajaran Buddha, kesabaran adalah praktik dhamma tertinggi. Ajaran ini yang kemudian diajarkan oleh Sang Buddha. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Peternak Unjuk Rasa dan Bagi Telur Gratis di Gedung DPRD Jatim

29 Juni 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional