Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Tanggul Sungai Waruturi Jebol 2,5 M, Camat Hariyanto-BPBD dan SDA Lakukan Penanggulangan Hingga Pukul 22.30 WIB

badge-check


					Sekitar pukul 15.00 WIB, tangguln sungai Waruturi, di dusun Karangasem, desa Karangdagangan, kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, mengalami jebol. Tim Camat, BPBD, dan warga melakukan kerja sama untuk menanggualngi dengan cara mengalirkan aliran hulu Waruturi, hingga pukul 22.30 WIB. Foto: Instagram@kabarjombang Perbesar

Sekitar pukul 15.00 WIB, tangguln sungai Waruturi, di dusun Karangasem, desa Karangdagangan, kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, mengalami jebol. Tim Camat, BPBD, dan warga melakukan kerja sama untuk menanggualngi dengan cara mengalirkan aliran hulu Waruturi, hingga pukul 22.30 WIB. Foto: Instagram@kabarjombang

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Camat  Hariyanto bersama tim Dinas SDA PUPR Jombang dan BPBD, telah melakukan upaya awal penanggulangan dengan mengalihan debit air dari hulu sungai Waruturi, di dusun Karangasem, desa Karangdagangan kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang , Sabtu malam, 10 Januari 2026.

Tanggul yang sebelumnya diketahui ada rongga atau lubang sehingga aliran air dapat masuk. Sore ini jebol akibat semakin terkikis, jebolnya tanggul sekira lebar 2.5meter dan tebal tanggul 12 meter.

Kondisi debit sungai sangat tinggi saat kejadian. Beberapa pihak terkait dari perangkat desa, kecamatan, SDA PUPR Jombang dan BPBD Jombang langsung melakukan peninjauan ke lokasi.

Dilaporkan bahwa tanggul itu jebol, sejak sekitar pukul, 15.00 WIB. Sekitar 15.30, Babinkamtibmas dan Camat Bandarkedungmulyo, Harianto, tiba di lokasi. Melakukan pemeriksaan, serat melakukan koordinasi mengatasi jebolnya tanggul itu.

Setelah dilakukan koordinasi beberapa pihak upaya pengurangan atau pengalihan debit dari hulu Waruturi telah dilakukan. Sehingga aliran sungai akan berkurang.​

Pengurangan aliran berhasil menstabilkan kondisi sementara, mencegah perluasan jebolan seluas 2,5 meter lebar dan 12 meter tebal tersebut. Tidak ada penutupan fisik tanggul yang dilaporkan hingga pukul 22:07 WIB, karena kejadian baru terjadi sore ini.

Perbaikan darurat kemungkinan segera digarap mengingat prioritas PUPR Jombang untuk tanggul jebol di wilayah rawan, meski detail teknis belum diumumkan. Situasi aman tanpa dampak pemukiman berkat saluran ke Sungai Dor.

Tanggul Sungai Waruturi di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, jebol pada Sabtu sore, 10 Januari 2026.

Kejadian ini dipicu oleh rongga pada tanggul yang memungkinkan air masuk, sehingga terkikis hingga jebol dengan lebar 2,5 meter dan tebal 12 meter akibat debit sungai yang sangat tinggi.

Perangkat desa, kecamatan, Dinas SDA PUPR Jombang, serta BPBD Jombang langsung meninjau lokasi dan berkoordinasi untuk mengurangi debit air dari hulu Sungai Waruturi. Upaya pengalihan aliran berhasil menurunkan debit sungai secara bertahap.

Tidak ada pemukiman warga yang terdampak karena air dari tanggul jebol mengalir langsung ke Sungai Dor melalui saluran di sampingnya. Situasi dilaporkan terkendali tanpa korban jiwa atau kerusakan signifikan pada infrastruktur sekitar.

Tanggul Sungai Waruturi di Karangdagangan, Jombang, baru jebol pada sore hari ini, 10 Januari 2026, sehingga perbaikan belum dimulai secara signifikan. Tim dari perangkat desa, kecamatan, Dinas SDA PUPR Jombang, dan BPBD Jombang telah melakukan peninjauan awal dan koordinasi untuk mengurangi debit air dari hulu sungai, yang berhasil menurunkan aliran secara bertahap.

Kondisi tanggul masih dalam tahap stabil sementara berkat pengalihan debit, dengan lebar jebol 2,5 meter dan tebal 12 meter akibat erosi dari rongga sebelumnya. Tidak ada laporan korban atau kerusakan pemukiman, karena air mengalir ke Sungai Dor melalui saluran existing.

Perbaikan kemungkinan akan segera digarap oleh Dinas SDA PUPR Jombang mengingat respons cepat mereka, meski detail jadwal belum tersedia pada pukul 22:06 WIB ini. Situasi dipantau ketat untuk mencegah perluasan longsor. **

Terkait
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News