Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Tambang Ilegal PT JMB Group, Kejati Samarinda Sita Lagi Uang Tunai Rp57,4 M Total Jadi Rp271,4 M

badge-check


					Tambang Ilegal PT JMB Group, Kejati Samarinda Sita Lagi Uang Tunai Rp57,4 M Total Jadi Rp271,4 M Perbesar

Penulis: Mulawarman  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAMARINDA– Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam menjaga keuangan negara. Setelah sebelumnya sukses mengamankan uang negara dalam jumlah fantastis, tim jaksa kembali menyita dan menyelamatkan aset negara senilai Rp57,4 Miliar.

Demikian data sitaan seperti disampaikan Gusti Hamdani, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaa Tunggi Kaltim, dalam konferensi pers, Selasa, 19 Mei 2026.

Langkah ini merupakan kelanjutan penindakan tegas dalam kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan aset negara yang melibatkan aktivitas pertambangan ilegal.

Dengan tambahan penyitaan terbaru ini, total nilai keuangan negara yang berhasil diselamatkan dari pusaran kasus ini kini mencapai angka Rp271,4 miliar.

Angka ini merupakan gabungan dari hasil penyitaan tahap awal sebesar Rp214 miliar yang sudah diamankan sebelumnya, ditambah dengan penyitaan tahap lanjut sebesar Rp57,4 miliar yang baru saja berhasil dikunci oleh tim penyidik Kejati Kaltim.

Objek Hukum

Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus ini bermula dari aktivitas pelaksanaan pertambangan oleh PT JMB Group di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perusahaan tersebut diduga keras memanfaatkan dan mengeruk kekayaan alam di atas lahan yang berstatus sebagai Barang Milik Negara (BMN) di bawah pengelolaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Secara rinci, lahan yang digunakan secara ilegal tersebut masuk dalam kawasan Hak Pengelolaan (HPL) Transmigrasi.

Status lahan ini jelas diperuntukkan bagi kepentingan umum, pemukiman, dan pemanfaatan sosial ekonomi warga transmigran, namun justru disalahgunakan dan dikomersialkan untuk aktivitas pertambangan tanpa dasar hukum yang sah dan melanggar ketentuan perundang-undangan.

Penyalahgunaan aset negara ini dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi karena telah merugikan keuangan negara secara besar-besaran, merampas potensi pendapatan daerah, dan merusak aset yang seharusnya dikelola untuk kesejahteraan

Kejati Kaltim menunjukkan komitmen yang sangat kuat dan konsisten dalam menuntaskan kasus ini sampai tuntas dan akar-akarnya. Ada dua tahap besar penyelamatan uang negara yang telah dilakukan:

Rekapitulasi

1. Tahap Pertama: Penyitaan dan pengamanan uang negara senilai Rp214 Miliar.
2. Tahap Kedua / Terbaru: Penambahan penyitaan sebesar Rp57,4 Miliar.

“Penyitaan terbaru sebesar Rp57,4 miliar ini menggenapkan total penyelamatan keuangan negara dalam pusaran kasus tersebut menjadi Rp271,4 miliar, setelah sebelumnya jaksa menyita Rp214 miliar,” demikian rincian hasil eksekusi penyitaan oleh tim jaksa Kejati Kaltim.

Angka total sebesar Rp271,4 miliar ini membuktikan betapa besarnya potensi kerugian negara yang berhasil dicegah dan diselamatkan berkat ketajaman dan ketegasan penyidik kejaksaan.

Pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menegaskan bahwa penindakan terhadap kasus ini tidak akan berhenti di situ. Langkah hukum ini adalah bukti nyata bahwa tidak ada ruang bagi siapa pun, badan usaha maupun perorangan, untuk memperkaya diri sendiri dengan cara merampas, mengeruk, atau memanfaatkan aset milik negara secara liar.

“Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur kembali menyelamatkan keuangan negara. Kali ini, uang senilai Rp57,4 miliar berhasil diamankan dari kasus tindak pidana korupsi terkait pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada Kemendes PDTT,” tegas keterangan resmi dari Kejati Kaltim.

Kasus ini menjadi pelajaran penting sekaligus peringatan keras: setiap inci tanah dan kekayaan alam milik negara harus dijaga sebaik-baiknya. Keberhasilan mengamankan ratusan miliar rupiah ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, yang berharap aset hasil penyitaan ini dapat segera dikembalikan ke kas negara dan dimanfaatkan kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Saat ini proses hukum masih berjalan terus, penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain dan memastikan seluruh aset yang bersumber dari kejahatan ini dikunci sepenuhnya oleh negara.

Fakta Perkara

1. Nilai uang: Rp57,4 Miliar (baru), Rp214 Miliar (lama), Total Rp271,4 Miliar
2.  Pihak Terkait: PT JMB Group
3.  Lokasi: Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur
4. Objek: Lahan HPL Transmigrasi / BMN Kemendes PDTT
5. Perbuatan: Pertambangan Ilegal & Dugaan Korupsi.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sopir Mengantuk Tabrak Truk di KM 687 Sumo: 4 Penumpang Tewas, 7 lukaluka

12 September 2026 - 12:54 WIB

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Sayembara Bukti Ijazah Gibran Berhadiah Rp10,28 M Ditutup, Denny Indrayana: Dilanjut Gugatan ke MK

11 September 2026 - 09:58 WIB

SAR Gabungan Temukan Jaket Pelampung dan Botol, Belum Dipastikan Milik 5 Jurnalis dan 3 Kru Liputan Anak Krakatau

10 September 2026 - 21:46 WIB

Tim SAR Gabungan temulan satu jaket pelampung dan botol putih, tetapi belum bisa dipastikan yang dikenakan para jurnalis, Rabu 10 September 2026. Foto: okezone

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Trending di News