Menu

Mode Gelap

Nasional

Ritel Keluhkan Impor Barang Telat Datang: Momentum Lebaran Hilang

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budiharjo Iduansjah mengeluhkan hambatan impor barang yang mulai dirasakan pelaku ritel menjelang periode belanja Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah mengatakan keterlambatan pasokan dinilai berpotensi mengganggu momentum penjualan di pusat perbelanjaan. Sebagian barang yang dijual di mal masih bergantung pada impor, namun pengiriman saat ini mengalami keterlambatan.

“Namun untuk impor, kami menghadapi masalah. Barang-barang yang dibawa ke mal banyak yang impor dan agak telat, sehingga mungkin Lebaran ini kita agak terganggu untuk penjualannya,” ujar Budiharjo dalam konferensi pers BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut dia, pelaku ritel sebenarnya telah menyiapkan stok barang untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama Ramadan hingga Idulfitri. Namun keterlambatan pasokan impor berpotensi mengurangi variasi produk yang tersedia di pasar.

Ke depan, HIPPINDO lantas meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan bea cukai dan kementerian teknis, agar arus barang impor dapat berjalan lebih lancar.

Tanpa ketersediaan barang yang memadai, pelaku usaha berisiko kehilangan momentum penjualan pada periode belanja terbesar sepanjang tahun tersebut.

“Harapan kami bisa koordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan kementerian lainnya. Barang-barang itu harus ada, atau kita akan kehilangan momentum penjualan,” kata Budiharjo.

Keluhan pelaku ritel ini muncul di tengah ketidakpastian rantai pasok global akibat konflik geopolitik yang memicu gangguan transportasi internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut situasi konflik global berpotensi memengaruhi distribusi barang dan transportasi internasional.

Ia mencontohkan sejumlah rute penerbangan di kawasan Timur Tengah saat ini terganggu, bahkan beberapa maskapai menghentikan sementara operasionalnya. Selain itu, sebagian jalur pelayaran juga terdampak kondisi geopolitik tersebut.

“Kita belum tahu berapa lama perang terjadi dan berapa lama transportasi terganggu, terutama dari Timur Tengah. Beberapa penerbangan juga sudah tidak terbang dan kapal juga sebagian tidak berjalan,” ujar Airlangga.

Airlangga mengamini bahwa kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperlambat arus logistik global, termasuk pasokan barang impor ke Indonesia.

Pemerintah mendorong penguatan pasar domestik agar konsumsi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Program BINA Lebaran sendiri menjadi gagasan pemerintah pengusaha belanja nasional selama Ramadan hingga Lebaran, yang diharapkan tetap mampu mendongkrak konsumsi rumah tangga dan menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini.

BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6–30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan anggota APPBI di seluruh Indonesia, termasuk gerai di stasiun dan bandara. Target penjualan dari program tersebut mencapai sebanyak Rp53 triliun.

“Saya monitor BINA (Lebaran) targetnya sekarang Rp53 triliun, ini naik 20% dibandingkan (BINA Lebaran) tahun yang lalu (2025),” kata dia.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Per 1 Mei 2026: Pertamina Tahan Harga, BP Naikkan Diesel

1 Mei 2026 - 20:33 WIB

Permenaker 7/2026: Outsourcing Kini Hanya untuk Enam Bidang Pekerjaan

1 Mei 2026 - 19:24 WIB

Prabowo Teken Perpres, Aplikator Ojol Hanya Boleh Ambil Maksimal 8%

1 Mei 2026 - 18:56 WIB

Bertemu Luhut, Kadin Minta Pemerintah Kasih ‘Napas’ untuk Dunia Usaha

30 April 2026 - 19:35 WIB

RI Jadi Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik Kedua di Dunia

30 April 2026 - 19:13 WIB

May Day 2026, 6.000 Buruh Se-Jatim bakal Demonstrasi di Kantor Gubernur Gaungkan 21 Tuntutan

30 April 2026 - 19:00 WIB

Liquid Biopsy: Harapan Baru Melawan Kanker di Indonesia

29 April 2026 - 19:55 WIB

KAI Daop 8 Masih Batalkan Tiga Perjalanan KA Surabaya-Jakarta Imbas Kecelakaan di Bekasi

29 April 2026 - 19:33 WIB

Cuaca Panas Mendidih, BMKG Prediksi Puncak Kemarau 2026

29 April 2026 - 19:17 WIB

Trending di Nasional