Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Kolom

Resensi Buku: Betapa Tuhan Sayang Muhammadiyah, tetapi…

badge-check


					Sampul depan buku baru berjudu; Betapa Tuhan Sayang Muhammadiyah, tetapi... Buah karya jurnalis Anwar Hudijono. Foto: Hadi S. Purwanto/kredonews.com Perbesar

Sampul depan buku baru berjudu; Betapa Tuhan Sayang Muhammadiyah, tetapi... Buah karya jurnalis Anwar Hudijono. Foto: Hadi S. Purwanto/kredonews.com

Penulis: Hadi S. Purwanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDNEWS.COM– Judul di atas adalah judul buku yang ditulis Anwar Hudijono, jurnalis senior, yang diterbitkan oleh UMMPress pada Januari 2025 alias masih gres bin kinyis-kinyis.

Bukan sekali ini saja Anwar menulis tentang Muhammadiyah. Sebelumnya dia menulis buku Darah Guru Darah Muhammadiyah Perjalanan Hidup A Malik Fadjar yang ditulis bersama Anshary Thayib, diterbitkan penerbit Kompas 2006 kemudian diterbitkan ulang oleh UMMPress.

Anwar yang wartawan Kompas 1984-2012 dan Pemimpin Redaksi Harian Surya 2003-2004 ini banyak menulis tentang Muhammadiyah. Sebagian artikelnya yang ditulis di pelbagai media massa dimasukkan dalam buku ini.

Buku ini memang kumpulan tulisannya, yang sudah dipublikasikan maupun yang belum. Anwar menyebut bukunya yang ke-8 ini merupakan karya jurnalistik.

Acap kali Muhammadiyah dalam situasi kritis, Tuhan selalu mengulurkan tangan-Nya untuk menolong. Hingga akhirnya organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan di era kolonialisme tahun 1912 ini bisa melenggang hingga sekarang.

Kini, konon, menjadi organisasi Islam terkaya di dunia. Memiliki anggota dan simpatisan sekitar 40 juta yang tersebar di seluruh Indonesia dan sejumlah negara. Umumnya kalangan kelas menengah educated. Memiliki resonansi yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat.

Memiliki aset 172 perguruan tinggi, 5.345 sekolah/madrasah, 122 rumah sakit, 231 klinik, harta wakaf 20465 lokasi, tanah 214742677 meter persegi. Total aset sekitar Rp 400 triliun.

Aset-aset itu untuk melayani masyarakat dari strata paling dhuafa sampai kelas atas tanpa membeda-bedakan agama, etnis, ras, gender dll. Didukung sistem manajemen modern.

KH AR Fakhruddin

Di antara kasih sayang Tuhan adalah memberi Muhammadiyah pemimpin yang pas sesuai dengan kebutuhan zaman. Pada zaman Orde Baru yang otoriter diktatorial, Tuhan memberi Muhammadiyah KH AR Fakhruddin, seorang pemimpin yang arif bijaksana.

Pak AR bisa nyurteni, ngemong Pak Harto. Dengan pola kepemimpinan Pak AR, Muhammadiyah selamat dari kooptasi kekuasaan, tapi juga tidak jadi musuh penguasa. Tetap eksis.

Tatkala masyarakat butuh pemimpin yang berani melawan kekuasaan yang sudah melampaui batas, Tuhan mentakdirkan Amien Rais untuk memimpin Muhammadiyah. Tak pelak Muhammadiyah menjadi lokomatif reformasi yang berujung lengsernya Presiden Soeharto.

Tatkala akal sehat nyaris lumpuh oleh bahana kebohongan. Tatkala idealisme nyaris tersingkirkan oleh pragmatisme. Tatkala karut marut politik nyaris mengoyak-koyak Muhammadiyah, lagi-lagi Tuhan mengulurkan tangan-Nya menolong Muhammadiyah dengan mentakdirkan Prof Haedar Nashir sebagai Ketua Umum.

Haedar bisa membiaskan cahaya Muhammadiyah di tengah-tengah kehidupan bangsa yang temaram. Di tengah badai politik melanda Muhammadiyah Haedar ibarat pohon ara di tegah prahara.

Tuhan mengulurkan sayang juga saat Muhammadiyah dilanda krisis, entah itu krisis faksional, krisis politik, krisis generasional.

Pada dekade 1980-an, Muhammadiyah dicekam konflik generasional yang nyaris merobek organisasi itu. Naamun semuanya berakhir dengan smooth dan elegan.

Anwar mengingatkan bahwa sayang Tuhan ini juga ujian dan tanggung jawab. Contohnya kekayaan yang besar. Nabi Muhammad dawuh ujian umatnya adalah harta. Kekayaan sebagai wujud sayang Tuhan harus dijaga amanahnya, di tengah-tengah gejala menipisnya keikhlasan, merebaknya pragmatisme dan transaksionalisme.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Menelisik Akar Terorisme (47): Hector Pahlawan Troya Mati Ketakutan

9 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

Beroperasi Pakai Ambulans, Petugas Satpol PP Tangkap Pencuri Bangku di Taman Mundu Surabaya

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Diduga Praktek Mafia Hukum, Istri Cari Keadilan Tiba-tiba Jadi Pengaju Gugatan Cerai di PA Karawang

9 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Trending di News