Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Polisi Australia Pelaku Pelecehan Anak Dihukum 20 Tahun Penjara di Timor-Leste

badge-check


					Robert Trott Perbesar

Robert Trott

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Seorang pria Australia yang berupaya membatalkan vonis atas kejahatan seksual terhadap anak di Timor-Leste malah dijatuhi hukuman penjara hampir dua kali lipat, yang diyakini sebagai hukuman terlama yang pernah dijatuhkan negara kecil itu kepada warga negara asing.

Robert Trott, seorang penduduk lama Timor-Leste yang kini berusia akhir 70-an, dinyatakan bersalah atas beberapa tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, menurut pengacara. Perwakilan keluarga meminta agar sifat pelanggaran tersebut tidak dipublikasikan untuk melindungi identitas anak tersebut.

Ia awalnya divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara pada Juni 2024. Dalam bandingnya, pengadilan tidak hanya menguatkan vonisnya tetapi juga setuju dengan pengacara korban bahwa hukuman awalnya telah dihitung secara tidak tepat.

Setelah penilaian ulang, Trott dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada tanggal 15 Januari.

Jurídico Social (JU,S), firma yang bertindak untuk korban, mengatakan bahwa hasil tersebut merupakan “demonstrasi positif dari kapasitas sistem peradilan Timor-Leste”.

Namun, meskipun Trott dinyatakan bersalah atas kejahatan serius pada tahun 2024, para hakim pada saat itu mengizinkannya untuk tetap berada di masyarakat sementara ia mengajukan banding. Penundaan dalam proses tersebut menyebabkan ia bebas selama 18 bulan – waktu yang tampaknya ia gunakan untuk bekerja di sebuah sekolah di Dili. Unggahan Facebook dari Shine Day Care and International School di Dili pada Juli 2025 menggambarkannya sebagai “Mentor tercinta kami, Ayah Robert Trott”.

Unggahan lain dari setahun sebelumnya – beberapa minggu setelah ia pertama kali divonis bersalah – juga mencantumkan namanya sebagai “mentor” di tempat penitipan anak tersebut, bersama tiga orang lainnya.

Timor-Leste tidak memiliki register pelaku kejahatan seksual, tetapi vonisnya pada tahun 2024 merupakan pengetahuan umum.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Trending di Internasional