Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Pj Bupati Batang Beri Perhatian Khusus Bayi Berkelamin Ganda Penderita Sindrom Edward

badge-check


					Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, memberikan perhatian khusus datangi rumah keluarga Burhanudin, warga Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, yang baru saja dikaruniai bayi dengan kebutuhan khusus. instagram@batanghelp Perbesar

Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, memberikan perhatian khusus datangi rumah keluarga Burhanudin, warga Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, yang baru saja dikaruniai bayi dengan kebutuhan khusus. instagram@batanghelp

Penulis: Adi Wadhono

KREDONEWS.COM, BATANG- Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki memberikan perhatian khusus kepada keluarga Burhanudin, warga Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, yang baru saja dikaruniai bayi dengan kebutuhan medis khusus.

Bayi tersebut lahir dengan kelamin ganda dan didiagnosis menderita Sindrom Edward, kondisi langka dengan prevalensi 1:5.000 kelahiran. Dokter memperkirakan 95 persen tubuh bayi tersebut mengalami kelainan fisik.

“Kami ingin melihat langsung kondisi bayi ini. Bersama Kadinkes, Kepala Puskesmas, Kepala Diskominfo, serta pihak Kesra, kami mendatangi keluarga Burhanudin untuk mengetahui situasi sebenarnya. Hasilnya memang kondisi bayi cukup memprihatinkan, dengan kelainan yang hampir menyeluruh,” ujar

Lani Dwi Rejeki saat berkunjung ke rumah keluarga tersebut, Kamis, 19 Desember 2024, seperti dilansir situs instagram@batanghelp,

Lani menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal dokter anak, keluarga bayi ini diminta menunggu hingga bayi berusia 40 hari. Periode tersebut diperlukan untuk memantau perkembangan bayi sebelum dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang guna menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Kami dari Pemkab Batang siap memfasilitasi pengobatan melalui Puskesmas ataupun Dinas Kesehatan. Kami akan memastikan keluarga mendapatkan dukungan yang diperlukan selama proses pengobatan,” katanya.

Meski keluarga Burhanudin masih ber-KTP Kota Pekalongan, hal itu tidak menjadi penghalang bagi Pemkab Batang untuk memberikan bantuan. Burhanudin dan keluarganya telah lama menetap di Desa Lebo, Batang, sehingga dianggap bagian dari warga setempat.

“Kami tidak mempermasalahkan administrasi. Dalam kasus seperti ini, yang terpenting adalah aspek kemanusiaan. Sebagai pemerintah, kami harus hadir untuk membantu,” tegas Lani.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Batang memberikan bantuan berupa uang tunai, sembako, dan perlengkapan kesehatan. Selain itu, fasilitas pengobatan, termasuk melalui BPJS Kesehatan, juga telah dipersiapkan.

Puskesmas Warungasem telah memberikan lampu hijau untuk melayani keluarga tersebut, meskipun fasilitas kesehatan pertama mereka berada di Puskesmas Sokorejo, Kota Pekalongan.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Runway Bandara Juanda Direvitalisasi, Airbus A380 Ditarget Bisa Mendarat

17 Juli 2026 - 20:25 WIB

ITS Pastikan Tak Ada Mahasiswa Gagal Kuliah karena Faktor Ekonomi

17 Juli 2026 - 19:53 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di Nasional