Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Pilot Pingsan di Tengah Penerbangan Boeing 747 Putar Balik di Ketinggian 30.000 Kaki dan Mendarat Darurat

badge-check


					Pesawat Lufthansa yang putar balik/Ist Perbesar

Pesawat Lufthansa yang putar balik/Ist

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Seorang pilot pingsan di tengah penerbangan sehingga memaksa pesawat 747 yang penuh sesak yang ditumpanginya berbalik arah sementara petugas berusaha menyadarkan sang kapten.

Penerbangan Lufthansa LH463 baru saja berangkat dari Miami , Florida, menuju Frankfurt di Jerman pada 19 Januari.

Namun tepat setelah pesawat lepas landas dari landasan, pilot pingsan saat memegang kendali, majalah perdagangan penerbangan Aviation Herald melaporkan.

Kendali Boeing 747-8 diberikan kepada kopilot pesawat yang melanjutkan jalur pesawat menuju pantai timur AS dan Kanada.

Kapten dilarikan ke ruang tunggu kru di pesawat di mana dua pramugari memberikan pertolongan pertama.

Namun mereka memutuskan untuk berbalik arah pada ketinggian 30.000 kaki di atas Nova Scotia karena cuaca buruk dan pilot jatuh.

Penerbangan itu melakukan pendaratan tak terjadwal di Montreal di Kanada – lebih dari 1.500 mil jauhnya dari tempat seharusnya mendarat.

Saat ini tidak jelas apa yang menyebabkan kapten pingsan dan belum ada informasi terbaru mengenai kondisinya.

Dalam sebuah pernyataan kepada The Sun, juru bicara Lufthansa mengatakan para penumpang di Montreal telah dipesan ulang pada penerbangan lain.

Juru bicara itu berkata: “Penerbangan mendarat di sana dengan normal dan aman, dan rekannya menerima perawatan medis.

“Lufthansa menyesalkan ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Keselamatan penumpang dan awak pesawat adalah prioritas utama kami setiap saat.”

Pilot yang pingsan bukanlah hal yang aneh, seperti seorang kapten Jet2 yang pingsan antara Manchester dan Madeira .

Penerbangan itu, pada bulan Agustus 2019, terpaksa mendarat lebih awal di Porto sebelum kapten dibawa ke rumah sakit saat tiba.

Sebulan kemudian, seorang siswa pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat yang tidak direncanakan setelah instrukturnya pingsan.

Peserta pelatihan Max Sylvester sedang berada di langit dengan pesawat ringan Cessna ketika ia menyadari debutnya di langit berjalan sangat salah.

Tragisnya, seorang pilot meninggal pada tahun 2024 di tengah penerbangan dengan pesawat Turkish Air yang ia tumpangi antara Seattle dan Istanbul.

Pesawat Airbus 350 itu berangkat dari Seattle pada Selasa malam dan sedang dalam perjalanan menuju Istanbul ketika tragedi itu terjadi.

Pria berusia 59 tahun itu telah bekerja di maskapai itu sejak 2007 dan telah lulus pemeriksaan kesehatan pada bulan Maret, kata maskapai penerbangan nasional itu.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Trending di Internasional