Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

PBB Peringatkan Pusat Penipuan Online yang Melanda Asia Tenggara akan Pindah ke Timor Leste

badge-check


					Ilustrasi penipuan scam Perbesar

Ilustrasi penipuan scam

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) telah memperingatkan bahwa Timor Leste telah menjadi titik panas terbaru untuk operasi pusat penipuan yang mengganggu Asia Tenggara dan sekitarnya.

PBB mengeluarkan peringatan resmi pada hari Kamis bahwa jaringan kejahatan terorganisasi transnasional telah menyusup ke Daerah Administratif Khusus Oecusse Ambeno Timor Leste melalui skema investasi asing.

Oecusse adalah daerah kantong Timor Timur yang seluruhnya berada dalam wilayah Indonesia dan berbatasan dengan Laut Sawu.

Pemerintah menetapkan zona perdagangan bebas digital di sana pada bulan Desember 2024, tetapi penggerebekan penegakan hukum pada bulan Agustus menunjukkan munculnya aktivitas pusat penipuan, menurut UNODC.

“Analisis menghubungkan operasi-operasi ini dengan entitas-entitas yang terkait dengan penjahat siber terpidana, operator perjudian lepas pantai, dan jaringan yang terkait dengan triad,” ujar UNODC dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Penggerebekan di sebuah hotel di Oecusse menghasilkan kartu SIM dan perangkat satelit Starlink yang cocok dengan pola aktivitas yang ditemukan di pusat-pusat penipuan di seluruh Asia Tenggara, kata UNODC.

Mereka juga menemukan kaitan dengan kelompok kriminal Triad 14K Tiongkok – yang identik dengan aktivitas penipuan daring di Asia Tenggara – dan kompleks penipuan di Kamboja, kata UNODC.

Kelompok kriminal biasanya memanfaatkan “zona ekonomi khusus” yang dirancang untuk menarik investasi asing dengan mendirikan perusahaan kriminal melalui perusahaan cangkang.

Perusahaan-perusahaan ini meraup miliaran melalui berbagai skema seperti perjudian lepas pantai ilegal, penipuan asmara daring, atau penipuan investasi jangka panjang.

Mereka juga terlibat dalam perdagangan manusia, memikat pekerja dari seluruh dunia dengan janji pekerjaan, tetapi mereka malah menyandera dan memaksa mereka melakukan kegiatan kriminal.

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa 30 pekerja dari Indonesia, Malaysia, dan China ditangkap di tempat kejadian di Oecusse.

UNODC mengatakan masih belum diketahui apakah para pekerja tersebut menjadi korban perdagangan manusia atau terlibat dalam kegiatan kriminal, meskipun beberapa individu memiliki kualifikasi tingkat universitas dalam bidang teknologi informasi.

Beberapa individu juga tampaknya telah memanfaatkan skema “kewarganegaraan melalui investasi” dan memegang beberapa paspor, yang menurut UNODC dapat digunakan untuk menghindari penegakan hukum.

Meningkatnya perhatian media dan penegakan hukum di pusat-pusat penipuan telah mendorong kelompok-kelompok kriminal untuk mencari tempat-tempat baru seperti Timor Timur, kata UNODC.

“Kelompok kriminal memanfaatkan perusahaan cangkang, layanan profesional, dan banyak paspor untuk menghindari deteksi, sekaligus menanamkan operasi terlarang dalam kerangka investasi yang sah.

“Tren ini menggarisbawahi ketahanan dan kemampuan beradaptasi industri pusat penipuan, serta risiko yang ditimbulkan ketika negara-negara berkembang menjadi target,” tambah UNODC.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Trending di Internasional