Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Patung Suami-Istri Paling Dibenci di Tiongkok Ditampar Ratusan Kali Sehari

badge-check


					Patung Qin Hui diludahi dan ditampar Perbesar

Patung Qin Hui diludahi dan ditampar

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Selama lebih dari lima abad, patung Qin Hui, mantan kanselir Dinasti Song, dan istrinya telah ditampar, ditendang, dan diludahi oleh jutaan orang. Boleh dikata ini dendam kesumat yang abadi

Di jantung Kota Hangzhou, yang selalu berhadapan dengan makam megah seorang jenderal pemberani yang pernah mereka jebak dan eksekusi, terdapat patung Qin Hui dan istrinya, dua tokoh paling dibenci dan dibenci dalam sejarah Tiongkok.

Mereka digambarkan berlutut, dengan kepala tertunduk dan tangan terikat di belakang punggung, dipermalukan selamanya atas pengkhianatan mereka.

Namun, hukuman itu belum cukup bagi patung-patung besi cor tersebut, karena mereka juga harus menanggung tamparan, pukulan, dan tendangan dari ratusan, terkadang ribuan, orang setiap hari.

Untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa besar penyiksaan yang diterima Qin Hui dan istrinya, perlu diketahui bahwa patung-patung mereka telah diganti 11 kali sejak patung aslinya dipasang pada akhir abad ke-15, dengan yang terakhir diganti pada tahun 1979.

Qin Hui adalah seorang kanselir Dinasti Song pada abad ke-12 yang terbukti berperan penting dalam mengatur perdamaian antara Dinasti Song dan Jin. Namun, dia bukanlah pahlawan nasional, justru sebaliknya.

Menurut sejarawan modern, untuk membuka perundingan damai dengan Dinasti Jin yang dipimpin Jurchen, Qin Hui menjebak Jenderal Yue Fei atas ketidakpatuhan dan pengkhianatan, dan mengeksekusinya di penjara.

Jenderal Yue telah meraih kemenangan besar melawan Jurchen, dengan berani membela Dinasti Song dari penjajah, dan dia secara anumerta menjadi martir dan simbol kesetiaan di Tiongkok. Di sisi lain, Qin Hui menjadi salah satu tokoh politik paling dibenci dalam sejarah negara itu.

Sulit untuk menggambarkan betapa dibencinya Qin Hui dan istrinya di Tiongkok. Salah satu camilan goreng terpopuler di Tiongkok, yóutiáo, yang berarti “setan goreng minyak”, terdiri dari dua lembar adonan yang disambung dan digoreng dalam minyak panas, konon terinspirasi oleh pasangan tersebut. Orang-orang memang senang menghukum mereka dengan cara apa pun, tetapi patung merekalah yang paling sering dilecehkan.

Sejarah Tiongkok memang kompleks dan rumit, dan pendapat mengenai pengkhianatan Qin Hui beragam. Namun, hal itu tidak terlalu berarti setelah berabad-abad berlalu. Dia dan istrinya akan selamanya menanggung perlakuan kejam dari rakyat yang hanya menghargai kesetiaan, keadilan, dan tidak membiarkan pengkhianat lolos.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Trending di Internasional