Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Patroli Siber BPOM Bongkar 34,8 Juta Produk Ilegal di E-Commerce

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ribuan produk ilegal, termasuk yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya, ditemukan beredar bebas di marketplace sepanjang 2025. Temuan ini diungkap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melalui patroli siber yang dilakukan sepanjang tahun.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut pihaknya menemukan 197.725 tautan penjualan obat dan makanan ilegal atau tidak sesuai ketentuan. Ribuan akun yang terlibat telah ditindak dan dilakukan penurunan (takedown).

Ikrar menjelaskan, tautan terbanyak berasal dari penjualan kosmetik ilegal sebanyak 73.722 tautan. Disusul obat bahan alam (OBA) termasuk obat kuasi sebanyak 39.386 tautan, obat 35.984 tautan, pangan olahan 32.684 tautan, serta suplemen makanan 15.949 tautan.

“Dari ribuan akun yang telah di-takedown, BPOM mengidentifikasi dan menginventarisasi top 10 produk obat, obat tradisional, obat kuasi, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan ilegal/mengandung bahan berbahaya yang beredar di marketplace,” kata Taruna Ikrar dikutip detikHealth, Jumat (6/3).

BPOM telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesia E-Commerce Association (idEA) untuk menurunkan tautan penjualan tersebut.

Total produk yang teridentifikasi mencapai 34,8 juta unit, baik produk dalam negeri maupun impor dari China, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Thailand, dan Malaysia.

Berisiko Kematian

Hasil patroli siber menemukan sejumlah produk suplemen kesehatan dan pangan olahan yang terkonfirmasi mengandung BKO. Beberapa di antaranya adalah Soloco Candy dan Akiyo Candy yang mengandung tadalafil, serta Super Tonik Madu Kuat Alami Tahan Lama yang mengandung sildenafil.

“Produk yang dipastikan dicampur BKO ini dapat menyebabkan tekanan darah tidak stabil, kerusakan hati, dan ginjal, memicu serangan jantung, bahkan menyebabkan kematian.”

BPOM juga merilis daftar 10 produk pangan olahan tanpa izin edar (TIE) atau mengandung BKO yang banyak beredar di marketplace, antara lain:

Soloco Candy (Australia) – mengandung tadalafil
Khophi 21 Days Female (Indonesia) – tanpa izin edar
CED Himalayan Pink Rock Salt (Malaysia) – tanpa izin edar
Super Tonik Madu Kuat Alami Tahan Lama (Indonesia) – mengandung sildenafil
Akiyo Candy (Thailand) – mengandung tadalafil
Milo Malaysia (Malaysia) – tanpa izin edar
Susu Walet (Indonesia) – tanpa izin edar
82 Serbuk Teh A1 (Malaysia) – tanpa izin edar
Kopi Hitam L-Karnitin (China) – tanpa izin edar
Kerry Cheese Powder (Malaysia) – tanpa izin edar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional