Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Ormas Islam Terjebak Tambang, Yenny Wahid Setuju Dikembalikan kepada Pemerintah

badge-check


					Yenny Wahid, putri sulung mendiang Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, sepakat dengan KH Aqil Siradj, agar ormas Islama mengembalikan pemberian izin tambang. Karena dianggap lebih banyak mudaratnya dari pada manfaanya. Foto: Instagram@yennywahid Perbesar

Yenny Wahid, putri sulung mendiang Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, sepakat dengan KH Aqil Siradj, agar ormas Islama mengembalikan pemberian izin tambang. Karena dianggap lebih banyak mudaratnya dari pada manfaanya. Foto: Instagram@yennywahid

Penulis: Jacobus E. Lato    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Yenny Wahid –putri Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)– menyampaikan kritik terhadap pengelolaan tambang oleh ormas Islam yang justru memicu perpecahan internal. Pernyataan ini disampaikan saat haul ke-16 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada 17-18 Desember 2025.

Yenny prihatin karena kebijakan pemberian izin tambang kepada ormas keagamaan, termasuk yang berafiliasi NU, membawa mudarat besar berupa perpecahan umat.

Ia mendukung seruan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj agar tambang dikembalikan ke pemerintah, karena pengelolaan saat ini lebih banyak mudaratnya.

Yenny juga menyebut informasi dari Luhut Pandjaitan bahwa ada menteri yang ngotot beri izin tambang ke ormas berafiliasi partai politik, menjadikan NU sebagai alat legitimasi.

Menurut Yenny, NU didirikan KH Hasyim Asy’ari atas semangat persatuan dan mahabbah untuk sebarkan Islam Aswaja, bukan terjebak kepentingan sempit seperti bisnis tambang.

Ia menegaskan NU harus hindari jebakan ini agar tak merugikan diri sendiri dan umat. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran dinamika internal PBNU terkait kebijakan pemerintah. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:27 WIB

Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri/ Siswa Dirawat dari 19 Pondok dan Sekolah

2 September 2026 - 14:57 WIB

Trending di News